← Semua artikelKesehatan Kaki

Anak Suka Berjalan di Ujung Kaki Karpet Saja? Ini Sebabnya

Langkah bahagia si kecil bersama SyaluLangkah bahagia si kecil bersama Syalu🛍️ Belanja →

Mengapa Anak Bertumpu di Sisi Luar Kaki?

Pernahkah Bunda memperhatikan anak yang tampak berjalan dengan bertumpu di sisi luar telapak kaki? Kadang terlihat saat ia berlari, kadang saat berdiri santai. Kebiasaan ini sering membuat orang tua bertanya-tanya apakah ada yang salah dengan kaki si kecil.

Kecenderungan bertumpu ke sisi luar kaki dalam istilah awam disebut supinasi. Pada sebagian besar anak, ini adalah bagian normal dari proses belajar mengendalikan keseimbangan dan kekuatan otot kaki. Namun ada juga situasi di mana kebiasaan ini perlu diperhatikan lebih lanjut. Mari kita bahas dengan tenang.

Penyebab yang Umum & Wajar

Sebelum khawatir, penting memahami bahwa kaki anak masih terus berkembang hingga usia sekolah. Beberapa penyebab yang tergolong wajar antara lain:

  • Lengkung kaki masih terbentuk. Pada balita, otot dan tulang kaki belum matang. Wajar jika tumpuan berpindah-pindah antara sisi dalam dan luar.
  • Eksplorasi keseimbangan. Anak sering mencoba berbagai posisi kaki sebagai cara belajar menstabilkan tubuh, terutama saat baru lancar berjalan.
  • Kebiasaan sesaat. Kadang anak bertumpu ke sisi luar hanya saat lelah, bermain di permukaan tertentu, atau meniru gaya berjalan orang lain.
  • Alas kaki yang kurang pas. Sepatu yang terlalu sempit, solnya kaku, atau sudah aus di satu sisi bisa membuat anak menyesuaikan tumpuannya.

Pada banyak kasus, pola ini berkurang seiring bertambahnya usia dan menguatnya otot kaki.

Kapan Bunda Perlu Lebih Memperhatikan?

Meski umumnya normal, ada beberapa tanda yang sebaiknya membuat Bunda lebih waspada dan mempertimbangkan konsultasi ke dokter anak atau fisioterapis:

  • Anak hanya bertumpu ke sisi luar pada satu kaki saja secara konsisten.
  • Ia sering mengeluh nyeri di kaki, pergelangan, atau tumit.
  • Kebiasaan ini disertai sering terjatuh atau tampak kesulitan menjaga keseimbangan.
  • Terlihat pola aus yang sangat tidak merata pada sol sepatu, terutama menumpuk di tepi luar.
  • Pola ini menetap atau justru memburuk setelah usia 4–5 tahun.

Tanda-tanda ini belum tentu berarti masalah serius, tetapi pemeriksaan langsung oleh tenaga medis akan membantu memastikan tumbuh kembang kaki berjalan baik.

Cara Membantu di Rumah

Bunda tidak perlu memaksa atau terus-menerus mengoreksi cara anak berjalan, karena hal itu justru bisa membuatnya tidak nyaman. Yang bisa dilakukan adalah mendukung perkembangan kaki secara alami:

  • Beri kesempatan bermain tanpa alas kaki di permukaan aman seperti rumput atau lantai bersih. Ini melatih otot kecil kaki untuk beradaptasi.
  • Ajak aktivitas yang melatih keseimbangan, misalnya berjalan di garis lurus, meniti papan rendah, berjinjit sebentar, atau menyusun balok sambil berdiri.
  • Perhatikan pilihan alas kaki. Sepatu anak sebaiknya memiliki sol yang fleksibel di bagian depan, tumit yang stabil, serta ruang cukup untuk jari-jari bergerak.
  • Cek sol sepatu secara berkala. Sepatu yang sudah aus tidak merata bisa memperkuat kebiasaan bertumpu ke sisi tertentu, jadi ganti bila sudah tampak miring.

Memilih sepatu yang ringan dan pas dengan bentuk kaki, seperti pilihan alas kaki anak dari Syalu, dapat membuat langkah si kecil terasa lebih nyaman saat bereksplorasi.

Peran Sepatu dalam Pola Berjalan

Sepatu bukan alat untuk "memperbaiki" cara berjalan anak, melainkan pendukung agar kakinya bergerak dengan nyaman dan terlindungi. Beberapa hal yang membantu:

  • Ukuran yang tepat. Terlalu besar membuat kaki menggeser tumpuan untuk mencari pegangan; terlalu kecil menekan jari.
  • Bagian tumit yang menopang. Struktur tumit yang cukup kokoh membantu menstabilkan langkah tanpa membatasi gerak.
  • Bahan yang bernapas. Kaki yang tidak lembap membuat anak lebih betah bergerak dan berjalan dengan alami.

Jika Bunda melihat sol sepatu selalu aus di tepi luar dalam waktu singkat, itu bisa menjadi petunjuk untuk mendiskusikannya dengan dokter.

Kesimpulan

Anak yang suka bertumpu di sisi luar kaki umumnya sedang menjalani proses alami belajar berjalan dan menyeimbangkan tubuh. Sebagian besar akan berkurang seiring menguatnya otot dan matangnya struktur kaki. Yang perlu Bunda lakukan adalah mengamati dengan tenang, memberi ruang bermain yang sehat, serta memilih alas kaki yang nyaman.

Namun bila kebiasaan itu hanya pada satu kaki, disertai nyeri, sering terjatuh, atau menetap setelah usia balita, jangan ragu berkonsultasi dengan dokter anak atau fisioterapis. Pemeriksaan dini akan memberi rasa tenang sekaligus memastikan langkah kecil si buah hati tumbuh dengan sehat.

#kaki anak#supinasi#cara berjalan anak#tumbuh kembang#sepatu anak#postur kaki
Butuh sepatu atau sandal untuk si kecil?

Koleksi Syalu — ringan, aman & anti-selip untuk anak aktif.