← Semua artikelParenting

Anak Suka Berjalan Menempel di Dinding atau Furnitur? Ini Sebabnya

Langkah bahagia si kecil bersama SyaluLangkah bahagia si kecil bersama Syalu🛍️ Belanja →

Kebiasaan Berjalan Sambil Berpegangan

Banyak bunda memperhatikan si kecil senang berjalan sambil menempel di dinding, meraba tepi sofa, atau berpegangan pada meja saat berpindah tempat. Kadang ia tampak enggan melepaskan tangan sama sekali, seolah butuh sesuatu untuk dipegang setiap langkah.

Sebagian besar kebiasaan ini adalah bagian normal dari proses belajar berjalan dan membangun rasa percaya diri. Namun ada pula kondisi yang perlu diperhatikan. Yuk kita bahas satu per satu agar bunda lebih tenang dan tahu kapan harus waspada.

Sebab yang Umum & Wajar

1. Fase transisi "cruising"

Sebelum benar-benar mahir berjalan mandiri, anak melewati tahap yang disebut cruising — berjalan menyamping sambil berpegangan pada perabot. Ini adalah latihan alami untuk melatih keseimbangan, kekuatan kaki, dan koordinasi. Berjalan menempel di dinding sering merupakan sisa kebiasaan dari tahap ini.

2. Membangun rasa aman

Berjalan mandiri butuh keberanian. Dinding atau furnitur memberi "jaring pengaman" psikologis. Anak tahu jika limbung, ia bisa langsung meraih pegangan. Ini bentuk strategi anak menjaga dirinya sendiri, dan biasanya berkurang seiring bertambahnya kepercayaan diri.

3. Keseimbangan yang masih matang

Sistem keseimbangan (vestibular) dan otot inti anak masih berkembang hingga usia prasekolah. Menempel pada permukaan membantu ia menstabilkan tubuh, terutama di lantai licin, saat lelah, atau setelah bangun tidur.

4. Meniru & bermain

Ada kalanya anak melakukannya bukan karena butuh, melainkan karena menyenangkan. Meraba dinding sambil berjalan bisa jadi permainan sensorik yang mengasyikkan bagi mereka.

Faktor Lingkungan yang Ikut Berperan

Kadang penyebabnya bukan dari anak, melainkan dari sekitarnya:

  • Lantai licin atau tidak rata membuat anak lebih hati-hati dan mencari pegangan.
  • Alas kaki yang kurang pas — sepatu terlalu besar, terlalu keras, atau solnya licin — bisa membuat langkah anak kurang mantap sehingga ia bersandar pada dinding.
  • Pencahayaan redup membuat anak ragu melihat lantai dengan jelas.
  • Suasana baru seperti rumah orang lain atau tempat asing membuat anak lebih waspada dan cenderung berpegangan.

Memastikan lantai kering, ruangan cukup terang, serta alas kaki yang ringan dengan sol tidak licin dapat membantu anak melangkah lebih percaya diri. Sepatu anak seperti koleksi Syalu dirancang ringan agar kaki kecil tetap leluasa bergerak saat belajar mandiri.

Kapan Perlu Lebih Diperhatikan?

Kebanyakan kasus tidak perlu dikhawatirkan. Namun ada beberapa tanda yang sebaiknya bunda catat dan diskusikan dengan dokter anak:

  • Anak sudah lama bisa berjalan namun tetap sangat bergantung pada pegangan dan enggan melepas tangan sama sekali.
  • Sering terjatuh meski di permukaan datar dan aman.
  • Salah satu sisi tubuh tampak lebih lemah atau anak cenderung selalu bersandar ke satu arah.
  • Anak tampak cepat lelah, mengeluh kaki sakit, atau langkahnya terlihat kaku.
  • Ada kemunduran — dulu sudah lancar berjalan mandiri, kini malah kembali sangat bergantung berpegangan.

Tanda-tanda ini belum tentu menandakan masalah serius, tetapi pemeriksaan oleh tenaga medis akan membantu memastikan tumbuh kembang anak berjalan baik. Jangan mendiagnosis sendiri, ya, Bun.

Cara Lembut Membantu Anak Lebih Percaya Diri

Daripada memaksa anak melepas pegangan, bantu ia membangun kepercayaan diri secara bertahap:

  • Sediakan ruang aman. Rapikan area bermain dari benda tajam dan permukaan licin agar anak berani mencoba tanpa berpegangan.
  • Ajak bermain melangkah. Rentangkan tangan bunda beberapa langkah di depan dan ajak ia berjalan menghampiri. Perpendek jarak pegangan sedikit demi sedikit.
  • Berikan pujian. Apresiasi setiap langkah mandiri, sekecil apa pun. Rasa bangga mendorong anak mengulanginya.
  • Biarkan sesekali bertelanjang kaki di rumah pada permukaan aman. Kaki telanjang membantu anak merasakan lantai dan melatih otot serta keseimbangan.
  • Jangan bandingkan dengan anak lain. Setiap anak punya ritme berkembang sendiri.

Penutup

Berjalan menempel di dinding atau furnitur umumnya adalah tahap wajar dalam perjalanan si kecil menuju langkah mandiri. Ia sedang belajar percaya pada tubuh dan lingkungannya. Dengan lantai yang aman, alas kaki yang pas, serta dukungan penuh cinta dari bunda, kebiasaan ini biasanya menghilang dengan sendirinya.

Yang terpenting, amati perkembangan anak secara menyeluruh. Bila muncul tanda-tanda yang mengkhawatirkan atau bunda ragu, konsultasikan dengan dokter anak untuk mendapat penilaian yang tepat. Nikmati setiap prosesnya — langkah kecil hari ini adalah petualangan besar bagi si kecil.

#tumbuh kembang anak#belajar jalan#keseimbangan anak#balita#perkembangan motorik#keamanan anak
Butuh sepatu atau sandal untuk si kecil?

Koleksi Syalu — ringan, aman & anti-selip untuk anak aktif.