← Semua artikelKesehatan Kaki

Anak Sering Menyeret Tumit Saat Berjalan? Ini Faktanya

Langkah bahagia si kecil bersama SyaluLangkah bahagia si kecil bersama Syalu🛍️ Belanja →

Anak Sering Menyeret Tumit Saat Berjalan?

Sebagian bunda mungkin memperhatikan si kecil berjalan dengan tumit yang seolah tertinggal di belakang, seperti diseret di lantai. Kadang terdengar suara gesekan, dan bagian belakang sepatu pun cepat aus. Wajar bila muncul pertanyaan: apakah ini normal atau tanda ada sesuatu yang perlu diperhatikan?

Kabar baiknya, pada banyak kasus pola ini adalah bagian normal dari proses belajar mengoordinasikan gerakan kaki. Namun memahami penyebabnya akan membantu bunda tahu kapan cukup diamati dan kapan sebaiknya berkonsultasi.

Mengapa Anak Menyeret Tumit?

Ada beberapa alasan umum di balik kebiasaan ini:

  • Koordinasi otot masih berkembang. Berjalan menuntut kerja sama banyak otot. Anak yang baru lancar berjalan sering belum sempurna mengangkat kaki, sehingga tumit tampak diseret.
  • Rasa lelah. Setelah bermain lama atau berjalan jauh, otot kaki melemah dan anak cenderung mengangkat kaki lebih rendah. Ini penyebab paling sering dan biasanya sementara.
  • Sepatu yang kurang pas. Sepatu terlalu besar, terlalu berat, atau solnya kaku membuat anak sulit mengangkat kaki dengan nyaman, sehingga terkesan menyeret.
  • Kebiasaan atau kemalasan sesaat. Anak yang sedang tidak fokus atau enggan berjalan kadang menyeret kaki tanpa alasan medis.
  • Faktor otot dan saraf. Pada sebagian kecil kasus, menyeret kaki bisa berkaitan dengan tonus otot yang berbeda atau koordinasi saraf. Hal ini perlu pemeriksaan tenaga medis, terutama bila disertai tanda lain.

Kapan Ini Masih Wajar?

Pola menyeret tumit umumnya tidak perlu dikhawatirkan bila:

  • Muncul hanya saat anak lelah, mengantuk, atau setelah aktivitas berat.
  • Anak tetap bisa berlari, melompat, dan naik-turun tangga dengan baik di waktu lain.
  • Cara jalannya membaik seiring bertambah usia dan latihan.
  • Tidak ada keluhan nyeri, dan kedua kaki bergerak seimbang.

Pada balita yang baru belajar berjalan, koordinasi memang membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk matang. Beri ruang bagi si kecil untuk berlatih tanpa terlalu cepat mencemaskannya.

Tanda yang Perlu Diperhatikan

Sebaiknya konsultasikan ke dokter anak atau fisioterapis bila bunda menemukan hal berikut:

  • Anak hanya menyeret satu kaki secara konsisten (bukan karena lelah).
  • Cara jalan yang menyeret makin sering atau memburuk, bukan membaik.
  • Disertai keterlambatan kemampuan motorik lain, seperti sulit berdiri atau menaiki tangga.
  • Anak sering jatuh, tersandung, atau tampak tidak seimbang.
  • Ada keluhan nyeri, kaki tampak kaku, atau otot terasa berbeda antara kanan dan kiri.

Pengamatan bunda di rumah sangat berharga. Bila memungkinkan, rekam video singkat cara berjalan anak saat segar dan saat lelah untuk membantu dokter menilai.

Cara Bunda Membantu di Rumah

Beberapa langkah sederhana bisa mendukung perkembangan cara jalan anak:

  • Beri istirahat cukup. Jika anak menyeret kaki karena lelah, jangan paksa terus berjalan jauh. Bagi perjalanan dengan jeda istirahat.
  • Ajak main aktif. Aktivitas seperti berjalan jinjit, melangkahi bantal, atau bermain "langkah besar" melatih anak mengangkat kaki lebih tinggi dengan cara menyenangkan.
  • Biarkan bertelanjang kaki di rumah. Bermain tanpa alas kaki di permukaan aman membantu otot kaki dan sensasi keseimbangan berkembang alami.
  • Perhatikan pilihan alas kaki. Pilih sepatu yang ringan, ukurannya pas (ada ruang sekitar satu ibu jari di ujung), dengan sol lentur yang mudah ditekuk. Sepatu yang terlalu berat justru memancing anak menyeret kaki. Alas kaki anak seperti koleksi Syalu yang ringan dan fleksibel bisa mendukung langkah si kecil terasa lebih ringan.
  • Cek keausan sepatu. Jika bagian tumit atau ujung sepatu cepat aus tidak merata, itu petunjuk pola langkah yang bisa bunda diskusikan dengan tenaga medis.

Penutup

Anak yang sering menyeret tumit saat berjalan umumnya sedang menyempurnakan koordinasi ototnya, terutama ketika lelah. Selama tumbuh kembang lain berjalan baik dan kebiasaan ini membaik seiring waktu, bunda tidak perlu terlalu cemas.

Namun bila menyeret kaki terjadi hanya di satu sisi, disertai nyeri, sering jatuh, atau tidak kunjung membaik, jangan ragu berkonsultasi ke dokter anak atau fisioterapis. Dengan pengamatan yang telaten dan dukungan yang tepat, langkah si kecil akan makin mantap dari hari ke hari.

#cara jalan anak#tumbuh kembang#menyeret kaki#kaki anak#parenting#pola jalan
Butuh sepatu atau sandal untuk si kecil?

Koleksi Syalu — ringan, aman & anti-selip untuk anak aktif.