Anak Sering Menjilat atau Menggigit Sepatu Sendiri? Ini Faktanya
Langkah bahagia si kecil bersama Syalu🛍️ Belanja →Kenapa Anak Suka Memasukkan Sepatu ke Mulut?
Banyak bunda kaget saat melihat si kecil tiba-tiba menjilat atau menggigit sepatunya sendiri. Rasanya jorok dan bikin khawatir. Tapi tenang, pada anak usia bawah tiga tahun, kebiasaan ini sebenarnya cukup umum dan biasanya bukan tanda ada yang salah.
Anak mengenal dunia lewat mulut. Ini disebut fase oral, di mana mulut menjadi salah satu alat utama untuk mengeksplorasi tekstur, rasa, dan bentuk benda. Sepatu—dengan permukaan yang beragam, tali, dan bahan yang unik—jadi objek menarik untuk diselidiki, sama seperti mainan lain.
Beberapa Penyebab yang Sering Terjadi
Ada beberapa alasan di balik kebiasaan ini:
- Eksplorasi sensorik. Mulut sangat sensitif, sehingga anak "merasakan" benda lebih detail dengan menggigit atau menjilat.
- Tumbuh gigi. Saat gusi terasa gatal atau nyeri, anak mencari apa saja untuk digigit—termasuk sepatu yang kebetulan ada di tangan.
- Mencari kenyamanan. Menggigit sesuatu bisa memberi rasa tenang, mirip mengisap jempol.
- Bosan atau butuh stimulasi. Anak yang kurang aktivitas kadang mencari sensasi baru dengan mulutnya.
- Meniru atau menarik perhatian. Bila reaksi orang tua besar dan lucu, anak bisa mengulanginya untuk melihat respons yang sama.
Pada kebanyakan kasus, kebiasaan ini akan berkurang dengan sendirinya seiring anak menemukan cara lain untuk bereksplorasi.
Kapan Sebaiknya Lebih Waspada?
Meski umumnya wajar, ada beberapa kondisi yang perlu perhatian lebih:
- Anak sudah di atas usia 3–4 tahun dan masih sering memasukkan benda non-makanan ke mulut secara intens.
- Anak tampak menggigit benda keras terus-menerus hingga sulit dialihkan.
- Disertai keterlambatan bicara, sulit kontak mata, atau pola bermain yang tidak biasa.
- Anak sampai memakan bagian sepatu (bukan sekadar menjilat), yang bisa berisiko tersedak.
Jika bunda melihat tanda-tanda di atas atau merasa khawatir, tidak ada salahnya berkonsultasi dengan dokter anak. Mereka dapat menilai apakah ini bagian dari perkembangan normal atau perlu dukungan lebih lanjut, misalnya terkait kebutuhan sensorik anak.
Sisi Kebersihan yang Perlu Diperhatikan
Berbeda dengan mainan, sepatu bersentuhan langsung dengan tanah, lantai, dan berbagai kotoran. Menjilat sol sepatu bisa memindahkan kuman ke mulut anak. Karena itu, meski kebiasaannya wajar, sisi kebersihan tetap penting dijaga.
Beberapa langkah sederhana:
- Simpan sepatu di tempat yang tidak mudah dijangkau saat di rumah, terutama sepatu luar yang habis dipakai.
- Bersihkan sepatu secara rutin, terutama bagian sol dan dalam, dengan lap lembap atau sesuai bahannya.
- Sediakan alas kaki khusus di dalam rumah agar anak tidak memegang sepatu luar yang kotor.
- Cuci tangan anak setelah bermain, agar tangan yang menyentuh sepatu tidak langsung masuk mulut.
Cara Bijak Menyikapi Kebiasaan Ini
Alih-alih memarahi—yang justru bisa membuat anak penasaran atau mengulanginya untuk menarik perhatian—coba pendekatan yang lebih lembut:
- Alihkan ke benda yang aman digigit. Sediakan teether (gigitan bayi) atau mainan sensorik bersih, terutama saat fase tumbuh gigi.
- Beri stimulasi tekstur lain. Ajak anak bermain dengan berbagai bahan aman: kain, spons, mainan bertekstur, agar rasa ingin tahu sensoriknya tersalurkan.
- Ganti dengan aktivitas. Bila anak menggigit sepatu karena bosan, ajak bermain aktif atau eksplorasi luar ruangan.
- Tetap tenang saat menegur. Katakan dengan singkat, "Sepatu bukan untuk digigit, ya," lalu tawarkan pengganti tanpa drama.
- Beri contoh dan pujian. Saat anak memilih menggigit mainan yang benar, puji dengan hangat agar perilaku baik menguat.
Saat memilih sepatu untuk si kecil, memperhatikan bahan yang bersahabat dengan kebiasaan eksploratif anak juga membantu. Sepatu anak seperti koleksi Syalu yang menggunakan bahan ramah kulit dan mudah dibersihkan bisa memudahkan bunda menjaga kebersihannya sehari-hari.
Kesimpulan
Anak yang menjilat atau menggigit sepatunya sendiri biasanya sedang menjalani fase eksplorasi mulut yang normal, apalagi bila masih balita atau sedang tumbuh gigi. Yang perlu bunda lakukan adalah menjaga kebersihan, mengalihkan ke benda yang lebih aman, dan menyikapinya dengan tenang.
Selama anak tumbuh aktif, ceria, dan berkembang sesuai usianya, kebiasaan ini umumnya akan hilang dengan sendirinya. Namun bila muncul tanda-tanda yang membuat bunda ragu, konsultasi dengan dokter anak selalu menjadi langkah bijak untuk memastikan si kecil tumbuh optimal.
Koleksi Syalu — ringan, aman & anti-selip untuk anak aktif.