Anak Sering Menyeret Sepatu di Bagian Tumit? Ini Sebabnya
Langkah bahagia si kecil bersama Syalu🛍️ Belanja →Kenapa Anak Suka Menginjak Bagian Belakang Sepatu?
Banyak bunda yang bertanya-tanya, kenapa anaknya sering menginjak bagian tumit sepatu hingga bagian belakangnya penyok, bahkan rusak? Kebiasaan ini terlihat sepele, tetapi sebenarnya bisa menjadi petunjuk tentang kenyamanan, kebiasaan, atau tahap perkembangan si kecil.
Menginjak tumit sepatu artinya anak memakai sepatu tanpa memasukkan tumit dengan benar, sehingga bagian belakang sepatu tertekuk ke bawah dan diinjak seperti sandal. Mari kita pahami penyebabnya satu per satu supaya bunda bisa menemukan solusi yang tepat.
Berbagai Penyebab Anak Menginjak Tumit Sepatu
Ada beberapa alasan umum di balik kebiasaan ini:
- Malas memakai sepatu dengan benar. Bagi anak, memasukkan tumit terasa merepotkan. Ia lebih memilih langsung memasukkan kaki dan berjalan, apalagi saat terburu-buru atau sedang bermain.
- Sepatu terlalu sesak atau kekecilan. Ketika tumit terasa menekan, anak cenderung menginjaknya agar kaki lebih longgar dan nyaman.
- Sepatu terlalu besar. Sebaliknya, sepatu yang kebesaran membuat tumit mudah lepas, sehingga anak akhirnya menginjaknya karena kesulitan menjaga posisi kaki.
- Bahan bagian belakang terlalu kaku. Sepatu dengan tumit yang keras bisa membuat kaki tidak nyaman, sehingga anak lebih suka menginjaknya.
- Meniru kebiasaan. Anak sering meniru teman atau kakak yang memakai sepatu dengan cara diseret atau dijadikan seperti sandal.
- Ingin cepat lepas-pasang. Anak yang sering keluar-masuk rumah cenderung malas memasukkan tumit setiap kali agar praktis.
Kenapa Kebiasaan Ini Perlu Diperhatikan?
Meski terlihat lucu atau tidak berbahaya, ada beberapa alasan mengapa kebiasaan ini sebaiknya diperbaiki:
1. Sepatu Cepat Rusak
Bagian tumit yang terus diinjak akan penyok, bentuknya berubah, dan tidak lagi menopang kaki dengan baik. Sepatu pun jadi cepat harus diganti.
2. Menopang Kaki Kurang Optimal
Bagian belakang sepatu (heel counter) berfungsi menjaga tumit tetap stabil saat berjalan. Jika terus diinjak, fungsi ini hilang dan kaki jadi kurang tertopang.
3. Berisiko Membuat Anak Mudah Tersandung
Sepatu yang diinjak membuat langkah tidak stabil. Anak bisa lebih mudah tersandung atau terpeleset, terutama saat berlari atau naik turun tangga.
4. Postur Berjalan Bisa Terpengaruh
Jika terus-menerus, cara berjalan anak bisa terpengaruh karena kaki tidak mendapat dukungan yang seimbang. Bila bunda melihat pola jalan yang tidak biasa, tak ada salahnya berkonsultasi dengan dokter anak.
Cara Mengatasi Kebiasaan Menginjak Tumit Sepatu
Kabar baiknya, kebiasaan ini bisa dikurangi dengan pendekatan yang sabar dan konsisten. Berikut beberapa langkah yang bisa bunda coba:
Pastikan Ukuran Sepatu Pas
Langkah pertama adalah memeriksa apakah sepatu terlalu sempit atau terlalu besar. Sisakan ruang sekitar satu jari (0,5–1 cm) di ujung sepatu, dan pastikan tumit tidak menekan tetapi juga tidak mudah lepas. Ukur kaki anak secara berkala karena kaki anak tumbuh cukup cepat.
Pilih Model yang Mudah Dipakai
Untuk anak yang tidak sabaran, model dengan perekat (velcro) atau slip-on yang tumitnya cukup fleksibel bisa membantu. Sepatu yang mudah dipakai membuat anak lebih rela memasukkan tumit dengan benar.
Ajarkan Cara Memakai yang Benar
Luangkan waktu mengajari anak memasukkan tumit dengan menarik bagian belakang sepatu atau menggunakan telunjuk sebagai bantuan. Jadikan ini rutinitas kecil yang menyenangkan, bukan perintah yang menegangkan.
Beri Contoh dan Apresiasi
Anak belajar dari melihat. Tunjukkan cara memakai sepatu dengan benar, lalu puji ketika ia berhasil melakukannya sendiri. Apresiasi kecil bisa membentuk kebiasaan baik.
Perhatikan Kenyamanan Bahan
Pilih sepatu dengan bagian belakang yang cukup lembut namun tetap menopang. Sepatu anak dari bahan yang nyaman seperti yang ditawarkan Syalu bisa membantu anak merasa lebih betah memakainya dengan benar.
Kapan Perlu Perhatian Lebih?
Sebagian besar kasus menginjak tumit sepatu hanyalah kebiasaan yang bisa diperbaiki. Namun, bunda perlu lebih memperhatikan bila anak:
- Selalu mengeluh sepatu terasa sakit atau menekan meski ukurannya sudah pas.
- Menunjukkan cara berjalan yang tidak seimbang atau sering mengeluh nyeri.
- Menolak memakai sepatu jenis apa pun disertai rewel berlebihan.
Jika tanda-tanda ini muncul, tidak ada salahnya berkonsultasi dengan dokter atau tenaga medis untuk memastikan tidak ada masalah pada kaki atau kenyamanan si kecil.
Penutup
Kebiasaan anak menginjak tumit sepatu umumnya wajar dan berkaitan dengan kepraktisan, kenyamanan, atau kesesuaian ukuran. Dengan memilih sepatu yang pas, mengajari cara memakai yang benar, dan memberikan contoh serta apresiasi, bunda bisa membantu si kecil membiasakan diri memakai sepatu dengan baik. Selain membuat sepatu lebih awet, kaki anak pun mendapat dukungan yang lebih baik untuk beraktivitas sehari-hari.
Koleksi Syalu — ringan, aman & anti-selip untuk anak aktif.