Anak Sering Menggosok-gosok Mata Saat Sore Hari? Ini Faktanya
Langkah bahagia si kecil bersama Syalu🛍️ Belanja →Kenapa Anak Sering Menggosok Mata Menjelang Sore?
Banyak bunda memperhatikan pola yang sama: sepanjang pagi anak tampak segar dan aktif, tetapi begitu menjelang sore ia mulai menggosok-gosok mata berkali-kali. Kadang disertai rewel, menguap, atau terlihat ingin menyandarkan kepala. Kebiasaan ini sangat umum dan biasanya bukan hal yang perlu dikhawatirkan. Namun, memahami penyebabnya membantu bunda merespons dengan tepat, bukan sekadar menyuruh anak berhenti.
Menggosok mata adalah bentuk komunikasi non-verbal. Anak kecil belum selalu mampu mengungkapkan "aku capek" atau "mataku terasa kering", sehingga tubuhnya yang berbicara lewat gerakan tangan ke wajah.
Penyebab yang Paling Sering Terjadi
Beberapa hal berikut biasanya menjadi alasan utama anak menggosok mata di sore hari:
- Kelelahan dan kantuk. Ini penyebab paling umum. Menjelang sore, energi anak menurun dan jam tidur siang mungkin sudah lewat. Menggosok mata adalah tanda klasik anak mulai mengantuk.
- Mata kering atau lelah. Setelah seharian beraktivitas, fokus pada mainan, buku, atau layar, otot mata ikut lelah dan produksi air mata bisa berkurang.
- Paparan layar yang panjang. Menonton atau bermain gawet membuat anak lebih jarang berkedip, sehingga mata terasa kering dan gatal.
- Alergi. Debu, bulu hewan, serbuk, atau udara kering bisa memicu rasa gatal, terutama bila sore hari anak banyak bermain di luar atau di area berdebu.
- Kebiasaan menenangkan diri. Sebagian anak menggosok mata sebagai cara menenangkan diri saat bosan atau over-stimulasi setelah hari yang padat.
Membedakan Lelah Biasa dengan Tanda Perlu Perhatian
Sebagian besar kasus tergolong wajar, tetapi ada beberapa tanda yang sebaiknya tidak diabaikan. Perhatikan apakah menggosok mata disertai gejala berikut:
- Mata merah yang menetap, berair berlebihan, atau bernanah
- Bengkak di kelopak mata
- Anak sering menyipitkan mata atau memiringkan kepala untuk melihat
- Mendekatkan wajah sangat dekat ke buku atau layar
- Mengeluh pandangan kabur
Jika salah satu tanda ini muncul berulang, ada baiknya berkonsultasi dengan dokter atau dokter mata. Keluhan penglihatan pada anak kadang sulit terdeteksi karena mereka menganggap cara mereka melihat adalah hal yang normal. Pemeriksaan dini membantu memastikan perkembangan mata berjalan baik.
Cara Lembut Membantu Anak
Alih-alih terus menegur, bunda bisa mengatur lingkungan dan rutinitas agar mata anak lebih nyaman:
- Jaga ritme istirahat. Jika anak masih butuh tidur siang, pastikan ia mendapatkannya. Anak yang cukup istirahat lebih jarang menggosok mata di sore hari.
- Terapkan jeda layar. Gunakan pola sederhana: setiap 20 menit menatap layar, ajak anak melihat objek jauh selama 20 detik. Ini membantu mengistirahatkan mata.
- Perbanyak aktivitas di luar ruang pada waktu yang tepat. Bermain di luar dengan cahaya alami baik untuk perkembangan mata, selama tidak terlalu berdebu dan tidak langsung di bawah matahari terik.
- Jaga kebersihan tangan dan wajah. Menggosok mata dengan tangan kotor bisa memicu iritasi atau infeksi. Biasakan anak mencuci tangan setelah bermain.
- Perhatikan kelembapan udara. Ruangan ber-AC yang terlalu kering bisa membuat mata cepat kering. Ventilasi yang baik membantu.
Peran Rutinitas Sore yang Menenangkan
Sore hari sering menjadi waktu "transisi" yang membuat anak lelah secara fisik maupun emosional. Membuat rutinitas yang menenangkan bisa mengurangi kebiasaan menggosok mata akibat over-stimulasi. Misalnya, kurangi aktivitas yang terlalu ramai menjelang petang, ganti dengan membaca buku bersama, mewarnai, atau mandi air hangat.
Saat beraktivitas sore, pastikan juga anak nyaman dari ujung kepala sampai ujung kaki. Anak yang merasa gerah, lecet, atau tidak nyaman dengan pakaian maupun alas kakinya cenderung lebih cepat rewel dan mencari pelampiasan dengan menggosok mata atau menguap. Memilih perlengkapan yang pas dan ringan—termasuk sepatu atau sandal anak yang nyaman seperti koleksi Syalu—bisa membuat waktu bermainnya lebih menyenangkan dan tidak menambah kelelahan.
Kapan Harus Tenang, Kapan Harus Waspada
Menggosok mata di sore hari paling sering hanyalah tanda tubuh anak sedang lelah. Selama tidak ada kemerahan menetap, bengkak, keluhan penglihatan, atau tanda infeksi, bunda umumnya cukup fokus pada istirahat dan kenyamanan anak. Namun bila kebiasaan ini terus meningkat, disertai gejala mata yang tidak membaik, atau anak tampak kesulitan melihat, jangan ragu memeriksakannya ke tenaga medis.
Dengan mengamati pola, menjaga istirahat, dan menciptakan lingkungan yang nyaman, kebiasaan menggosok mata di sore hari biasanya bisa dikelola dengan tenang tanpa membuat bunda maupun si kecil cemas berlebihan.
Koleksi Syalu — ringan, aman & anti-selip untuk anak aktif.