Anak Sering Menggosok-gosokkan Kaki Satu Sama Lain? Ini Faktanya
Langkah bahagia si kecil bersama Syalu🛍️ Belanja →Mengapa Anak Menggosok-gosokkan Kaki?
Banyak bunda memperhatikan si kecil sering menggesekkan kedua telapak atau punggung kaki satu sama lain, terutama saat berbaring, menonton, atau menjelang tidur. Gerakan ini biasanya dilakukan tanpa sadar dan tampak seperti kebiasaan otomatis.
Kabar baiknya, pada sebagian besar kasus, perilaku ini normal dan bukan tanda masalah serius. Menggosokkan kaki adalah salah satu bentuk self-soothing atau cara anak menenangkan diri sendiri. Sama seperti menghisap jempol atau memilin rambut, gerakan berulang ini memberi rasa nyaman dan aman bagi anak.
Meski begitu, memahami berbagai kemungkinan penyebabnya akan membantu bunda menyikapinya dengan tepat.
Penyebab yang Umum & Wajar
Berikut beberapa alasan yang paling sering ditemui:
- Menenangkan diri sebelum tidur. Gerakan ritmis membantu anak rileks dan mengantar ke kantuk. Ini mirip dengan gerakan mengayun.
- Kebiasaan yang menenangkan saat bosan. Ketika sedang santai atau menunggu, tangan dan kaki anak kerap mencari aktivitas kecil.
- Merasakan tekstur. Anak usia dini masih dalam fase eksplorasi sensorik. Gesekan kulit ke kulit atau kulit ke kain memberi sensasi yang menyenangkan.
- Melepaskan energi berlebih. Sebagian anak menggerakkan kaki sebagai penyalur energi, mirip menggoyang-goyangkan kaki saat duduk.
Jika si kecil tampak tenang, tidur nyenyak, dan tidak mengeluh, kemungkinan besar ini hanya kebiasaan yang akan berkurang seiring bertambahnya usia.
Kapan Perlu Sedikit Diperhatikan?
Meski umumnya normal, ada situasi di mana bunda sebaiknya lebih jeli mengamati. Menggosok kaki bisa jadi cara anak meredakan rasa tidak nyaman, seperti:
- Gatal atau kering. Kulit kaki yang kering, biang keringat, atau iritasi ringan dapat membuat anak menggesekkannya untuk mengurangi rasa gatal.
- Kaki terasa panas. Kamar yang gerah atau kaus kaki terlalu tebal membuat kaki tidak nyaman.
- Kaki lelah atau pegal. Setelah aktivitas seharian, gerakan menggesek bisa jadi upaya anak meredakan sensasi tidak nyaman di kaki.
- Kaki gelisah menjelang tidur. Pada sebagian kecil anak, rasa "tidak enak" di kaki membuat mereka terus menggerakkannya.
Perhatikan tanda tambahan seperti kulit kemerahan, luka garukan, keluhan berulang, atau gangguan tidur. Bila si kecil tampak sangat terganggu, sering terbangun, atau ada perubahan pada kulit kakinya, ada baiknya berkonsultasi dengan dokter anak untuk memastikan penyebabnya.
Cara Menyikapi dengan Bijak
Jika kebiasaan ini murni untuk menenangkan diri, bunda tidak perlu melarangnya secara keras. Menghentikan paksa justru bisa membuat anak lebih cemas. Berikut beberapa langkah lembut yang bisa dicoba:
- Ciptakan suasana tidur yang nyaman. Jaga suhu kamar tetap sejuk, gunakan pakaian tidur yang menyerap keringat, dan pastikan seprai bersih.
- Rawat kelembapan kulit kaki. Jika kulit kaki kering, oleskan pelembap khusus anak setelah mandi. Kulit yang lembap mengurangi rasa gatal.
- Jaga kebersihan dan potong kuku rutin. Kuku yang terlalu panjang bisa melukai saat kaki bergesekan.
- Berikan aktivitas fisik yang cukup di siang hari. Anak yang cukup bergerak cenderung lebih rileks dan tidur lebih nyenyak.
- Alihkan dengan lembut bila perlu. Jika kebiasaan muncul karena bosan, tawarkan mainan atau ajak bercerita.
Peran Alas Kaki & Kenyamanan Kaki
Kenyamanan kaki di siang hari juga memengaruhi seberapa gelisah kaki anak saat istirahat. Sepatu yang terlalu sempit, bahan yang tidak menyerap keringat, atau kaus kaki kasar dapat meninggalkan rasa tidak nyaman yang terbawa hingga malam.
Pilih alas kaki dengan bahan yang lembut, memiliki sirkulasi udara baik, dan ukuran yang pas—tidak terlalu sempit maupun kebesaran. Merek yang fokus pada kenyamanan kaki anak seperti Syalu biasanya memperhatikan hal ini. Pastikan pula kaki anak dicuci bersih dan dikeringkan dengan baik setelah beraktivitas agar terhindar dari iritasi dan gatal.
Kesimpulan
Menggosok-gosokkan kaki satu sama lain adalah kebiasaan yang sangat umum pada anak dan pada umumnya tidak berbahaya. Sebagian besar merupakan cara alami anak menenangkan diri, terutama menjelang tidur.
Yang perlu bunda lakukan adalah mengamati apakah gerakan ini disertai keluhan lain seperti gatal, kulit iritasi, atau gangguan tidur. Selama si kecil tampak nyaman, tumbuh sehat, dan tidurnya berkualitas, kebiasaan ini biasanya akan menghilang dengan sendirinya seiring bertambahnya usia. Bila muncul tanda-tanda yang mengganggu, jangan ragu berkonsultasi dengan tenaga medis untuk memastikan penyebabnya.
Koleksi Syalu — ringan, aman & anti-selip untuk anak aktif.