← Semua artikelParenting

Anak Sering Menggigit Ujung Sepatu atau Kaus Kaki? Ini Sebabnya

Langkah bahagia si kecil bersama SyaluLangkah bahagia si kecil bersama Syalu🛍️ Belanja →

Ketika Si Kecil Suka Menggigit Sepatu atau Kaus Kaki

Pernah melihat anak diam-diam menarik kaus kakinya lalu memasukkan ujungnya ke mulut? Atau menggigiti bagian depan sepatu saat sedang duduk? Bagi banyak bunda, kebiasaan ini terasa membingungkan sekaligus mengkhawatirkan. Apakah normal? Apakah berbahaya? Dan bagaimana cara menghentikannya tanpa membuat anak rewel?

Kabar baiknya, pada sebagian besar kasus kebiasaan ini wajar terjadi pada anak usia dini dan biasanya akan berkurang dengan sendirinya. Namun ada juga situasi yang perlu diperhatikan lebih dekat. Mari kita bahas satu per satu.

Mengapa Anak Suka Menggigit Benda, Termasuk Sepatu?

Mulut adalah salah satu cara utama anak kecil mengeksplorasi dunia, terutama pada usia bayi hingga balita. Beberapa alasan umum di baliknya antara lain:

  • Fase eksplorasi oral. Bayi dan batita cenderung memasukkan apa saja ke mulut untuk mengenal tekstur dan rasa. Ini bagian normal dari perkembangan.
  • Tumbuh gigi. Gusi yang gatal dan tidak nyaman mendorong anak menggigit benda apa pun yang bisa dijangkau, termasuk kaus kaki atau ujung sepatu.
  • Mencari kenyamanan. Sama seperti mengisap jempol, menggigit benda bisa menjadi cara anak menenangkan diri saat bosan, mengantuk, atau cemas.
  • Mencari stimulasi sensorik. Beberapa anak butuh input tekanan pada rahang untuk merasa tenang, sehingga menggigit terasa memuaskan bagi mereka.
  • Menarik perhatian. Bila anak menyadari perilakunya membuat bunda bereaksi, ia bisa mengulanginya untuk mendapat perhatian.

Apakah Kebiasaan Ini Berbahaya?

Kekhawatiran utama bukan pada kebiasaan menggigitnya, melainkan pada kebersihan dan keamanan benda yang digigit. Sepatu dan kaus kaki yang dipakai berjalan tentu menyimpan kotoran, kuman, hingga sisa keringat. Bila masuk ke mulut, risikonya:

  • Kuman dan bakteri dari alas kaki bisa tertelan dan berpotensi mengganggu pencernaan.
  • Serat kain atau bagian kecil yang mudah lepas berisiko tertelan atau tersedak.
  • Bahan sol atau pewarna sepatu tertentu tidak dirancang untuk kontak dengan mulut.

Karena itu, meski kebiasaannya wajar, tetap perlu diarahkan agar anak tidak menggigit benda yang kotor atau berbahaya. Jika anak sampai menelan bagian kecil atau tampak tidak nyaman, jangan ragu berkonsultasi dengan dokter.

Cara Bijak Menyikapinya

Memarahi anak biasanya tidak efektif dan justru bisa memperkuat perilaku (karena mendapat perhatian). Coba pendekatan yang lebih lembut berikut:

1. Alihkan, jangan hanya melarang

Saat anak mulai menggigit sepatu, tawarkan alternatif yang aman seperti teether (jika masih tumbuh gigi), camilan sehat, atau mainan bertekstur. Anak lebih mudah berhenti bila punya pengganti.

2. Jaga kaki tetap aktif dan sibuk

Kadang anak menggigit karena bosan saat duduk lama, misalnya di perjalanan. Sediakan buku, mainan, atau ajak mengobrol agar tangan dan perhatiannya teralih.

3. Perhatikan pemicu emosional

Jika anak menggigit saat cemas, lelah, atau menjelang tidur, bantu ia menenangkan diri dengan pelukan, rutinitas yang stabil, atau benda kenyamanan seperti selimut kesayangan.

4. Jaga kebersihan alas kaki

Cuci kaus kaki secara rutin dan bersihkan sepatu secara berkala. Sepatu berbahan yang mudah dibersihkan dan tidak mudah lepas bagian kecilnya akan lebih aman bila sesekali dijangkau mulut anak. Memilih alas kaki anak yang jahitannya rapi dan tidak ada aksesori kecil yang mudah copot—seperti koleksi dari Syalu—bisa membantu mengurangi risiko.

5. Beri respons yang tenang

Saat anak menggigit sepatu, ambil sepatunya dengan tenang, alihkan perhatiannya, tanpa reaksi berlebihan. Konsistensi lebih penting daripada omelan.

Kapan Perlu Perhatian Lebih?

Kebiasaan menggigit umumnya mereda seiring usia. Namun ada baiknya berkonsultasi dengan dokter anak atau tenaga profesional bila:

  • Anak sudah cukup besar (di atas usia balita) tetapi masih sangat sering menggigit benda non-makanan.
  • Anak tampak mengunyah atau menelan benda selain makanan secara berulang.
  • Kebiasaan menggigit disertai tanda lain seperti keterlambatan bicara, kesulitan interaksi sosial, atau perilaku berulang yang menonjol.
  • Anak sering mengeluh sakit gusi atau mulut.

Penilaian profesional akan membantu memastikan apakah ini sekadar fase atau ada kebutuhan sensorik yang perlu didukung lebih lanjut.

Penutup

Anak yang suka menggigit ujung sepatu atau kaus kaki umumnya sedang menjalani fase eksplorasi yang normal, bukan tanda ada yang salah. Yang terpenting bagi bunda adalah menjaga kebersihan, menyediakan alternatif yang aman, dan menyikapinya dengan tenang. Dengan pendekatan sabar dan konsisten, kebiasaan ini biasanya akan berkurang seiring bertambahnya usia si kecil. Bila ragu, konsultasi dengan tenaga medis selalu menjadi langkah terbaik.

#kebiasaan anak#menggigit kaus kaki#perilaku balita#stimulasi oral#tumbuh kembang#tips parenting
Butuh sepatu atau sandal untuk si kecil?

Koleksi Syalu — ringan, aman & anti-selip untuk anak aktif.