← Semua artikelParenting

Anak Sering Menggigit Tali Sepatu Sendiri? Ini Sebabnya

Langkah bahagia si kecil bersama SyaluLangkah bahagia si kecil bersama Syalu🛍️ Belanja →

Kenapa Anak Suka Menggigit Tali Sepatunya?

Banyak bunda terkejut saat memergoki si kecil sedang menggigit atau mengulum ujung tali sepatunya sendiri. Kadang dilakukan sambil melamun, kadang saat sedang bosan menunggu. Meski terlihat menggemaskan sekaligus bikin cemas soal kebersihan, perilaku ini umumnya normal dan punya penjelasan sederhana.

Memahami alasan di baliknya membantu bunda menyikapinya dengan tenang, tanpa langsung memarahi. Yuk, kita bahas satu per satu.

1. Kebutuhan Stimulasi Oral

Pada anak usia batita hingga prasekolah, mulut masih menjadi salah satu "alat" utama untuk mengeksplorasi dunia dan menenangkan diri. Menggigit sesuatu memberi sensasi yang menenangkan pada rahang dan gusi.

  • Anak yang sedang tumbuh gigi kerap mencari benda untuk digigit guna meredakan gatal di gusi.
  • Sebagian anak memiliki kebutuhan sensorik oral yang lebih tinggi, sehingga mudah memasukkan benda apa pun ke mulut, termasuk tali sepatu yang kebetulan dekat.

Kebiasaan ini biasanya berkurang seiring bertambahnya usia dan matangnya cara anak menenangkan diri.

2. Bosan atau Menunggu Terlalu Lama

Coba perhatikan kapan si kecil menggigit tali sepatu. Sering kali terjadi saat:

  • Menunggu di dalam mobil atau ruang tunggu.
  • Duduk lama tanpa aktivitas yang menarik.
  • Menonton layar dalam posisi diam.

Dalam situasi seperti ini, menggigit tali sepatu menjadi pelampiasan tangan dan mulut yang menganggur. Ini mirip dengan kebiasaan menggigit kuku atau mengulum kerah baju.

3. Cara Menenangkan Diri Saat Cemas

Anak yang sedang gugup, malu, atau menghadapi situasi baru terkadang mencari perilaku berulang yang menenangkan. Menggigit tali sepatu bisa menjadi salah satu bentuknya, sama seperti memutar-mutar rambut atau menggigit bibir.

Bila bunda melihat kebiasaan ini muncul terutama saat anak tegang, fokuslah pada membantu anak merasa aman, bukan sekadar melarang gerakannya.

4. Meniru atau Rasa Penasaran

Anak-anak adalah peniru ulung. Bisa jadi ia melihat teman atau kakak melakukannya, lalu ikut mencoba. Ada pula anak yang hanya penasaran dengan tekstur tali—apakah kenyal, keras, atau berasa. Rasa ingin tahu semacam ini wajar dalam proses belajar.

Hal yang Perlu Diperhatikan

Meski umumnya tidak berbahaya, ada beberapa hal yang patut menjadi perhatian bunda:

Kebersihan

Tali sepatu adalah salah satu bagian paling kotor karena menyentuh lantai, tanah, dan berbagai permukaan. Menggigitnya berisiko memindahkan kuman dan kotoran ke mulut. Ini alasan utama untuk mengalihkan kebiasaan tersebut.

Ujung Tali yang Mudah Terurai

Ujung tali (aglet) yang menggunakan plastik keras bisa terlepas dan berisiko tertelan pada anak yang sangat kecil. Pastikan tali dalam kondisi baik.

Frekuensi yang Sangat Sering

Bila anak menggigit tali (atau benda lain) hampir sepanjang hari, tampak sulit berhenti, disertai keterlambatan bicara atau kesulitan sosial, sebaiknya konsultasikan ke dokter anak untuk memastikan tidak ada kebutuhan khusus yang perlu didukung.

Cara Bijak Menyikapinya

Hindari memarahi keras karena justru bisa memperkuat kebiasaan. Coba pendekatan lembut berikut:

  • Alihkan, jangan sekadar melarang. Berikan camilan sehat, mainan gigit khusus (teether) untuk yang masih tumbuh gigi, atau benda aman untuk dipegang tangan.
  • Isi waktu tunggu. Sediakan buku kecil, mainan sederhana, atau ajak ngobrol saat harus menunggu lama.
  • Ajari kebersihan. Jelaskan dengan bahasa sederhana bahwa tali sepatu kotor, "banyak kuman", agar anak paham alasannya, bukan sekadar dilarang.
  • Pilih model sepatu yang membantu. Untuk anak yang belum bisa menahan kebiasaan menggigit tali, model sepatu perekat (velcro) atau slip-on bisa jadi pilihan praktis sekaligus mengurangi godaan. Sepatu anak dari Syalu misalnya, banyak yang menggunakan perekat sehingga lebih mudah dipakai sendiri.
  • Beri perhatian positif saat anak berhasil menahan diri, misalnya dengan pujian ringan.

Kapan Kebiasaan Ini Biasanya Hilang?

Seiring anak tumbuh, kemampuan mengelola bosan dan menenangkan diri semakin baik, sehingga kebiasaan memasukkan benda ke mulut umumnya berkurang di usia sekolah. Yang penting, bunda tetap tenang, konsisten mengalihkan, dan menjaga kebersihan alas kaki.

Jika kebiasaan menetap kuat, mengganggu keseharian, atau muncul bersama tanda perkembangan lain yang membuat bunda ragu, jangan ragu berkonsultasi dengan tenaga medis. Setiap anak berkembang dengan iramanya sendiri, dan dukungan yang hangat selalu menjadi bekal terbaik.

#kebiasaan anak#tali sepatu#perkembangan oral#tips parenting#kebersihan anak#keamanan anak
Butuh sepatu atau sandal untuk si kecil?

Koleksi Syalu — ringan, aman & anti-selip untuk anak aktif.