← Semua artikelParenting

Anak Sering Menggigit Kuku Kaki Sendiri? Ini Sebabnya

Langkah bahagia si kecil bersama SyaluLangkah bahagia si kecil bersama Syalu🛍️ Belanja →

Kok Bisa Anak Menggigit Kuku Kakinya Sendiri?

Banyak bunda kaget saat mendapati si kecil dengan santai menarik kaki ke dekat mulut, lalu menggigit kuku jempol kakinya. Bagi orang dewasa, gerakan ini terasa mustahil karena tubuh kita sudah tidak selentur itu. Namun bagi anak balita dan usia dini, tubuh mereka masih sangat fleksibel sehingga menarik kaki ke wajah adalah hal yang mudah dan menyenangkan.

Kebiasaan ini umumnya normal pada anak kecil, terutama di masa mereka masih senang mengeksplorasi tubuh sendiri. Meski begitu, ada beberapa hal yang perlu bunda pahami agar bisa menyikapinya dengan tepat.

Beberapa Sebab yang Umum

Setiap anak punya alasan berbeda. Beberapa penyebab yang paling sering muncul antara lain:

  • Eksplorasi tubuh. Pada bayi dan balita, mulut adalah alat utama untuk mengenal dunia. Kaki, jari, hingga kuku pun ikut jadi objek eksplorasi.
  • Kebiasaan menenangkan diri. Seperti mengisap jempol, menggigit kuku kaki bisa menjadi cara anak menenangkan diri saat bosan, mengantuk, atau cemas.
  • Kuku terlalu panjang atau ada bagian yang mengganjal. Kuku yang panjang atau sedikit terkelupas kadang terasa mengganggu, dan anak berusaha "merapikannya" dengan menggigit.
  • Rasa gatal atau kulit kering di sekitar kuku. Kulit yang kering atau ada sisa kotoran bisa memicu keinginan menggaruk lewat mulut.
  • Mencari perhatian. Kadang anak menyadari reaksi bunda saat ia melakukannya, lalu mengulanginya karena mendapat respons.

Kapan Ini Wajar dan Kapan Perlu Diperhatikan?

Selama anak masih kecil, lentur, dan melakukannya sesekali, kebiasaan ini biasanya akan hilang dengan sendirinya seiring bertambahnya usia dan berkurangnya kelenturan tubuh.

Namun ada beberapa tanda yang sebaiknya lebih diperhatikan:

  • Menggigit kuku dilakukan terus-menerus dan intens, bahkan sampai kuku rusak atau kulit di sekitarnya luka.
  • Muncul kemerahan, bengkak, atau nanah di sekitar kuku yang bisa menandakan infeksi.
  • Anak tampak melakukannya setiap kali cemas atau tertekan, sehingga terkesan menjadi pelarian emosi.
  • Kebiasaan ini masih kuat saat anak sudah cukup besar dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Jika bunda menemukan luka, infeksi, atau kekhawatiran soal aspek emosi anak, tidak ada salahnya berkonsultasi dengan dokter anak atau tenaga medis untuk mendapat saran yang tepat.

Sisi Kebersihan yang Perlu Diperhatikan

Selain soal kebiasaan, aspek kebersihan patut jadi perhatian. Telapak dan jari kaki adalah bagian tubuh yang paling banyak bersentuhan dengan lantai, sepatu, kaus kaki, hingga tanah saat bermain. Artinya, kuku kaki bisa menyimpan kuman, debu, atau kotoran yang lebih banyak dibanding bagian tubuh lain.

Menggigit kuku kaki berarti kuman-kuman itu berpotensi masuk ke mulut. Meski tidak selalu langsung menimbulkan sakit, kebiasaan ini bisa meningkatkan risiko gangguan pencernaan ringan atau infeksi kulit di sekitar kuku bila dilakukan sering.

Cara Lembut Membantu Anak Mengurangi Kebiasaan Ini

Tidak perlu memarahi atau membentak, karena tekanan justru bisa memperkuat kebiasaan sebagai pelampiasan. Coba pendekatan yang lebih hangat:

  • Jaga kuku tetap pendek dan rapi. Potong kuku kaki anak secara rutin agar tidak ada bagian panjang yang memancing keinginan menggigit.
  • Rawat kebersihan kaki. Cuci kaki secara teratur dan pastikan sela jari kering. Kaki yang bersih dan nyaman mengurangi rasa gatal pemicu.
  • Alihkan perhatian. Saat melihat anak mulai menggigit kuku kaki, tawarkan mainan, buku, atau ajak bicara. Alihkan tanpa banyak drama.
  • Kenali pemicunya. Jika anak melakukannya saat bosan atau cemas, bantu ia dengan aktivitas lain yang menenangkan seperti bermain atau pelukan.
  • Beri pujian saat ia berhenti. Apresiasi kecil lebih efektif daripada teguran keras.
  • Jaga kaki tetap tertutup saat aktif. Kaus kaki yang nyaman dan sepatu yang pas, seperti pilihan alas kaki anak dari Syalu, membuat kaki lebih terjaga sehingga anak tak mudah menariknya ke mulut.

Bersabar Adalah Kuncinya

Kebiasaan pada anak kecil jarang hilang dalam semalam. Yang terpenting, bunda tetap tenang, konsisten, dan menjaga kebersihan kaki si kecil. Seiring anak tumbuh, tubuhnya menjadi kurang lentur dan minat mengeksplorasi kaki dengan mulut pun perlahan menghilang.

Dengan pengamatan yang cermat dan pendekatan penuh kasih, bunda bisa membantu anak melewati fase ini tanpa membuatnya merasa tertekan. Jika ada tanda infeksi atau kekhawatiran yang menetap, jangan ragu untuk mencari bantuan tenaga medis.

#kebiasaan anak#kuku kaki#kebersihan anak#tumbuh kembang#parenting
Butuh sepatu atau sandal untuk si kecil?

Koleksi Syalu — ringan, aman & anti-selip untuk anak aktif.