Anak Sering Menggigit Kerah Sepatu atau Tali Sepatu? Ini Faktanya
Langkah bahagia si kecil bersama Syalu🛍️ Belanja →Banyak bunda dan ayah mendapati sepatu si kecil basah, penyok, atau tali sepatunya bekas gigitan. Kadang saat menunggu dipakaikan sepatu, anak justru mengangkat sepatu itu ke mulut dan menggigitnya. Kebiasaan ini sering membuat orang tua bingung: apakah ini normal atau tanda ada sesuatu? Yuk pahami bersama.
Kenapa Anak Menggigit Sepatunya?
Menggigit benda, termasuk kerah atau tali sepatu, adalah salah satu cara anak mengeksplorasi dunia lewat mulut. Pada bayi dan balita, mulut adalah 'alat' utama untuk mengenal tekstur, suhu, dan bentuk benda. Jadi menggigit sepatu tidak selalu berarti masalah.
Beberapa penyebab umum antara lain:
- Eksplorasi sensorik. Anak penasaran dengan tekstur tali atau bahan sepatu yang berbeda dari mainan biasa.
- Fase tumbuh gigi. Gusi yang gatal membuat anak mencari apa pun untuk digigit, termasuk benda yang kebetulan ada di tangan.
- Mencari sensasi oral (oral seeking). Sebagian anak butuh input di area mulut untuk merasa nyaman dan menenangkan diri.
- Bosan atau menunggu. Saat menunggu dipakaikan sepatu atau di perjalanan, menggigit menjadi pengisi waktu.
- Cemas atau kewalahan. Menggigit bisa menjadi cara anak melepaskan rasa gelisah, mirip dengan menggigit kuku atau ujung baju.
Kapan Ini Wajar dan Kapan Perlu Diperhatikan?
Pada anak di bawah usia 2–3 tahun, memasukkan benda ke mulut termasuk hal yang normal dalam perkembangan. Kebiasaan ini biasanya berkurang seiring bertambahnya usia dan kemampuan bermain yang makin beragam.
Namun, ada kondisi yang sebaiknya lebih diperhatikan:
- Kebiasaan menggigit benda masih sangat kuat di usia sekolah dan sulit dialihkan.
- Anak tampak selalu butuh menggigit sesuatu untuk bisa tenang atau fokus.
- Disertai keluhan lain seperti kesulitan makan tekstur tertentu, sangat sensitif atau justru cuek terhadap sentuhan, atau keterlambatan bicara.
- Menggigit menjadi cara utama untuk melepaskan stres yang berlebihan.
Jika bunda melihat pola seperti ini, tidak ada salahnya berkonsultasi dengan dokter anak atau terapis okupasi. Mereka bisa membantu menilai apakah anak butuh dukungan sensorik lebih lanjut. Ini bukan untuk menakut-nakuti, melainkan agar anak mendapat bantuan tepat sejak dini.
Sisi Kebersihan dan Keamanan
Selain soal perilaku, ada dua hal praktis yang patut diingat:
- Kebersihan. Alas sepatu adalah bagian paling kotor karena menyentuh lantai dan tanah. Menggigit sepatu berisiko memindahkan kuman ke mulut.
- Bahaya tersedak. Tali sepatu yang mulai rusak, aksesori kecil, atau bagian sepatu yang lepas bisa tergigit dan tertelan. Periksa rutin kondisi sepatu si kecil.
Karena itu, mengalihkan kebiasaan ini bukan sekadar soal merapikan penampilan, tetapi juga menjaga kesehatan anak.
Cara Bijak Menyikapinya
Hindari langsung memarahi atau menarik paksa sepatu dari mulut anak. Reaksi berlebihan justru bisa membuat anak makin melekat pada kebiasaan tersebut. Coba langkah berikut:
- Sediakan alternatif yang aman. Jika anak sedang tumbuh gigi atau butuh menggigit, berikan teether atau mainan gigit yang bersih dan sesuai usia.
- Alihkan perhatian saat menunggu. Berikan camilan sehat, buku kecil, atau ajak bicara agar tangan dan mulutnya sibuk dengan hal lain.
- Percepat proses memakai sepatu. Sepatu dengan perekat atau desain yang mudah dipakai mengurangi waktu tunggu yang bikin anak bosan.
- Pilih sepatu yang nyaman. Kadang anak menggigit karena tidak nyaman atau ingin menolak sepatu. Sepatu yang pas ukuran dan ringan, seperti model dari Syalu, membuat momen memakai sepatu jadi lebih menyenangkan.
- Beri contoh dan penjelasan sederhana. Untuk anak yang lebih besar, jelaskan dengan lembut bahwa sepatu kotor dan tidak untuk digigit.
- Puji perilaku baik. Saat anak mau memegang sepatu tanpa menggigitnya, beri pujian agar ia terdorong mengulangi.
Merawat Sepatu Agar Tetap Layak
Jika sepatu sudah terlanjur sering digigit, bersihkan bagian yang basah agar tidak lembap dan berjamur. Jemur di tempat teduh yang berangin, bukan di bawah matahari langsung yang bisa merusak bahan. Periksa apakah ada bagian yang mulai robek atau longgar sebelum dipakai kembali.
Penutup
Menggigit kerah atau tali sepatu umumnya adalah kebiasaan wajar yang berkaitan dengan eksplorasi, tumbuh gigi, atau kebutuhan sensorik anak. Dengan memahami penyebabnya, bunda bisa merespons lebih tenang, menyediakan alternatif yang aman, dan menjaga kebersihan. Bila kebiasaan ini menetap kuat atau disertai tanda lain, konsultasikan ke dokter anak atau tenaga profesional. Setiap anak punya ritme perkembangan masing-masing, dan dukungan hangat dari orang tua adalah bekal terbaiknya.
Koleksi Syalu — ringan, aman & anti-selip untuk anak aktif.