← Semua artikelKesehatan Kaki

Anak Sering Mengeluh Betis Sakit di Malam Hari? Ini Faktanya

Langkah bahagia si kecil bersama SyaluLangkah bahagia si kecil bersama Syalu🛍️ Belanja →

Saat Anak Terbangun Sambil Memegang Betisnya

Banyak bunda pernah mengalami momen ini: anak yang tadinya aktif bermain seharian tiba-tiba terbangun di malam hari sambil menangis dan memegangi betis atau bagian belakang lututnya. Besok paginya, ia kembali ceria seolah tidak terjadi apa-apa.

Pola seperti ini cukup umum pada anak usia 3–12 tahun dan sering disebut sebagai growing pains atau nyeri pertumbuhan. Meski namanya begitu, penyebab pastinya belum sepenuhnya dipahami dan belum tentu berkaitan langsung dengan pertumbuhan tulang. Mari kita bahas supaya bunda lebih tenang dan tahu kapan perlu waspada.

Apa Itu Growing Pains?

Growing pains adalah nyeri otot yang biasanya muncul pada kedua kaki, terutama di betis, paha depan, atau belakang lutut. Ciri khasnya:

  • Muncul di sore atau malam hari, sering saat anak hendak tidur atau terbangun di tengah malam.
  • Hilang di pagi hari tanpa sisa nyeri.
  • Tidak disertai bengkak, kemerahan, atau anak pincang saat berjalan.
  • Tidak mengganggu aktivitas bermain keesokan harinya.

Nyeri ini biasanya terasa di otot, bukan di sendi. Anak masih bisa bergerak bebas dan tidak menolak menapak.

Kenapa Betis Jadi Sasaran Utama?

Ada beberapa dugaan yang masuk akal mengapa keluhan ini sering muncul di betis:

1. Aktivitas fisik yang padat. Anak yang berlari, melompat, dan memanjat seharian membuat otot betis bekerja keras. Rasa pegal bisa muncul saat tubuh beristirahat di malam hari, mirip seperti orang dewasa yang pegal setelah olahraga berat.

2. Otot yang masih berkembang. Kekuatan dan daya tahan otot anak belum sematang orang dewasa, sehingga lebih mudah lelah.

3. Perhatian anak lebih fokus di malam hari. Saat siang anak sibuk bermain sehingga tidak merasakan pegal. Ketika suasana tenang menjelang tidur, barulah rasa tidak nyaman itu terasa.

4. Postur dan alas kaki. Sepatu yang terlalu keras, datar, atau tidak pas kadang membuat otot kaki bekerja lebih berat sepanjang hari.

Cara Meredakan Nyeri dengan Lembut

Kabar baiknya, growing pains umumnya bisa diredakan di rumah dengan cara sederhana:

  • Pijat lembut area betis atau paha dengan gerakan menenangkan. Sentuhan bunda sering kali sudah sangat membantu.
  • Kompres hangat menggunakan handuk yang dibasahi air hangat selama beberapa menit dapat melemaskan otot.
  • Peregangan ringan di siang atau sore hari, misalnya meluruskan kaki dan menarik ujung jari ke arah tubuh.
  • Cukup cairan sepanjang hari, karena otot yang kekurangan cairan lebih mudah terasa pegal.
  • Suasana tidur yang nyaman membantu anak lebih rileks sehingga rasa tidak nyaman tidak membesar.

Hindari memberi obat pereda nyeri tanpa anjuran dari dokter, apalagi pada anak kecil.

Peran Aktivitas Harian dan Alas Kaki

Meski bukan penyebab utama, kenyamanan kaki anak sepanjang hari ikut memengaruhi seberapa lelah ototnya di malam hari. Beberapa hal yang bisa bunda perhatikan:

  • Pastikan sepatu tidak terlalu sempit atau terlalu longgar, karena keduanya membuat otot kaki bekerja ekstra.
  • Pilih alas kaki dengan sol yang cukup lentur dan empuk agar langkah anak tidak terlalu membebani betis.
  • Beri jeda istirahat di sela aktivitas yang sangat aktif, misalnya setelah berlari lama di taman.

Alas kaki anak yang ringan dan nyaman seperti yang disediakan Syalu bisa menjadi salah satu dukungan kecil agar kaki anak tidak terlalu lelah seharian. Namun ingat, kenyamanan sepanjang hari lebih penting daripada sekadar model sepatu.

Kapan Perlu Konsultasi ke Dokter?

Sebagian besar growing pains tidak berbahaya dan menghilang seiring bertambahnya usia. Meski begitu, ada tanda yang sebaiknya membuat bunda membawa anak ke dokter atau tenaga medis:

  • Nyeri hanya di satu kaki dan terus di tempat yang sama.
  • Disertai bengkak, kemerahan, hangat, atau memar pada kaki.
  • Anak pincang, enggan berjalan, atau nyeri masih terasa di pagi hari.
  • Disertai demam, berat badan turun, atau anak tampak lesu.
  • Nyeri semakin sering dan mengganggu tidur anak setiap malam.

Tanda-tanda ini bisa menunjukkan kondisi lain yang perlu diperiksa lebih lanjut, sehingga sebaiknya tidak diabaikan.

Penutup

Betis yang sakit di malam hari pada anak sehat yang aktif umumnya adalah hal yang wajar dan bukan sesuatu yang perlu ditakuti berlebihan. Dengan pijatan lembut, kompres hangat, dan suasana tidur yang nyaman, keluhan ini biasanya cepat reda. Tetap perhatikan pola nyerinya, dan jangan ragu berkonsultasi ke dokter jika muncul tanda yang tidak biasa. Pelukan dan ketenangan bunda tetap menjadi obat paling menenangkan bagi si kecil.

#growing pains#nyeri betis anak#tumbuh kembang#kesehatan kaki#tips parenting#nyeri kaki malam
Butuh sepatu atau sandal untuk si kecil?

Koleksi Syalu — ringan, aman & anti-selip untuk anak aktif.