← Semua artikelParenting

Anak Sering Menendang-nendang Sepatu Saat Dipakaikan? Ini Sebabnya

Langkah bahagia si kecil bersama SyaluLangkah bahagia si kecil bersama Syalu🛍️ Belanja →

Kenapa Anak Menendang-nendang Saat Dipakaikan Sepatu?

Momen bersiap keluar rumah kadang berubah jadi "perang kecil". Bunda memegang sepatu, tapi si kecil justru menendang-nendang, menarik kaki, atau menekuk lututnya kuat-kuat. Rasanya melelahkan, apalagi kalau sedang buru-buru.

Kabar baiknya, perilaku ini sangat umum pada anak balita dan biasanya bukan tanda ada yang salah. Menendang saat dipakaikan sepatu adalah salah satu cara anak menyampaikan sesuatu yang belum bisa ia ungkapkan dengan kata-kata. Tugas kita adalah memahami "pesan" di balik tendangan itu.

Berbagai Penyebab yang Perlu Bunda Ketahui

Beberapa hal yang sering menjadi pemicu:

  • Merasa tidak nyaman. Sepatu terlalu sempit, jahitan menekan, atau bahan yang kaku bisa membuat kaki terasa tak enak. Anak menendang sebagai bentuk protes.
  • Ingin mandiri. Di usia 2–4 tahun, anak sedang belajar berkata "aku bisa sendiri". Ketika Bunda memakaikan tanpa memberinya kesempatan mencoba, ia bisa menolak.
  • Belum siap berpindah aktivitas. Anak yang sedang asyik bermain sering tidak suka "disela". Memakaikan sepatu berarti waktu bermain selesai, dan ini bisa memicu perlawanan.
  • Sensitivitas sensori. Sebagian anak lebih peka terhadap sentuhan di kaki. Sensasi kaus kaki yang terlipat atau tekanan sepatu bisa terasa mengganggu bagi mereka.
  • Kelelahan atau mengantuk. Saat lelah, kesabaran anak menipis, sehingga hal kecil pun bisa memancing tendangan.
  • Sekadar bermain. Kadang menendang hanyalah cara anak mencari respons lucu dari orang tua. Bila kita tertawa atau bereaksi heboh, ia bisa mengulanginya.

Cara Lembut Membantu Anak

Daripada memaksa (yang justru memicu tangisan), coba pendekatan yang lebih tenang:

1. Beri aba-aba sebelum memakaikan

Katakan, "Lima menit lagi kita pakai sepatu, ya." Transisi yang diberi tahu lebih dulu membuat anak lebih siap dan tidak merasa dipaksa mendadak.

2. Libatkan anak dalam prosesnya

Biarkan ia memilih sepatu yang ingin dipakai, membuka perekatnya, atau memasukkan kaki sendiri. Rasa memiliki kendali sering kali meredakan perlawanan.

3. Cek kenyamanan sepatunya

Pastikan ukuran masih pas—ada ruang sekitar satu jari di ujung, bagian dalam tidak ada jahitan yang menekan, dan kaus kaki tidak terlipat. Sepatu anak yang ringan dan lentur biasanya lebih mudah diterima kaki mungil. Merek seperti Syalu merancang alas kaki anak agar lentur mengikuti gerakan kaki, sehingga anak lebih nyaman memakainya.

4. Ubah menjadi permainan

Sebut jari-jari kaki sebagai "penumpang" yang mau masuk "mobil sepatu", atau lomba siapa cepat memakai sepatu. Suasana ceria menurunkan ketegangan.

5. Pilih waktu dan posisi yang tepat

Hindari memakaikan sepatu saat anak lapar, mengantuk, atau sedang seru bermain. Dudukkan ia di pangkuan atau kursi rendah agar merasa aman dan tidak terburu-buru.

6. Tetap tenang

Kalau kita ikut kesal, anak menangkap energi itu dan makin menolak. Napas panjang, suara lembut, dan sabar sering lebih ampuh daripada memaksa.

Melatih Kebiasaan Baik Sejak Dini

Konsistensi adalah kunci. Buat rutinitas yang sama setiap kali hendak keluar: cuci tangan, ambil sepatu, duduk di tempat biasa, lalu pakai bersama. Anak menyukai pola yang bisa ia tebak—ini membuatnya merasa aman.

Berikan pujian saat ia mau bekerja sama, sekecil apa pun. "Wah, tadi kakimu langsung masuk, hebat!" Pujian tulus lebih efektif daripada omelan. Sebaliknya, hindari memberi terlalu banyak reaksi heboh saat ia menendang, agar perilaku itu tidak jadi "permainan" yang menyenangkan baginya.

Kapan Perlu Perhatian Lebih?

Sebagian besar perilaku ini akan berkurang seiring anak makin besar dan makin baik kemampuan bahasanya. Namun, ada baiknya Bunda lebih memperhatikan bila:

  • Anak selalu menangis kesakitan setiap kali kaki disentuh atau sepatu dipakai.
  • Ada kemerahan, lecet, atau luka di kaki yang mungkin membuatnya menghindari sepatu.
  • Anak tampak sangat kewalahan dengan banyak sensasi sehari-hari (baju, label, tekstur makanan) secara berlebihan.

Dalam kondisi seperti itu, tidak ada salahnya berkonsultasi dengan dokter anak atau tenaga kesehatan. Mereka bisa membantu memastikan tidak ada masalah pada kaki atau kebutuhan sensori khusus.

Penutup

Menendang saat dipakaikan sepatu adalah fase yang wajar dilalui banyak anak. Dengan memahami penyebabnya, memberi anak sedikit kendali, memastikan sepatunya nyaman, dan menjaga kesabaran, momen bersiap keluar rumah bisa berubah dari drama menjadi kebersamaan yang menyenangkan. Ingat, Bunda tidak sendirian—setiap orang tua pernah melalui hal serupa.

#memakaikan sepatu anak#tantrum sepatu#perkembangan anak#tips parenting#sensori anak#rutinitas anak
Butuh sepatu atau sandal untuk si kecil?

Koleksi Syalu — ringan, aman & anti-selip untuk anak aktif.