← Semua artikelParenting

Anak Sering Menaruh Kaki di Atas Kaki Saat Duduk? Ini Sebabnya

Langkah bahagia si kecil bersama SyaluLangkah bahagia si kecil bersama Syalu🛍️ Belanja →

Kebiasaan Kecil yang Sering Terlihat

Pernahkah Bunda memperhatikan si kecil suka menaruh satu kaki di atas kaki yang lain saat duduk di lantai, di kursi, atau bahkan sambil menonton? Kebiasaan ini sangat umum pada anak-anak dan sering membuat orang tua bertanya-tanya: apakah ini normal, atau justru tanda ada masalah pada postur maupun kaki anak?

Kabar baiknya, sebagian besar kebiasaan menaruh atau menyilangkan kaki pada anak adalah hal yang wajar dan bagian dari eksplorasi tubuh. Namun ada juga beberapa kondisi yang perlu Bunda cermati. Mari kita bahas satu per satu.

Kenapa Anak Suka Menaruh Kaki di Atas Kaki?

Ada beberapa alasan umum di balik kebiasaan ini:

  • Mencari kenyamanan. Sama seperti orang dewasa, anak mencari posisi yang terasa nyaman. Menyilangkan atau menumpuk kaki memberi rasa "pas" saat tubuh mereka rileks.
  • Meniru orang di sekitarnya. Anak adalah peniru ulung. Jika ia sering melihat orang tua, kakak, atau tokoh di layar duduk menyilangkan kaki, ia akan menirunya.
  • Membentuk keseimbangan. Saat duduk di kursi yang kakinya belum menapak lantai, anak sering menumpuk kaki untuk mencari titik tumpu dan rasa stabil.
  • Kebiasaan menenangkan diri. Menyentuh atau memegang kaki sendiri bisa menjadi cara anak menenangkan diri, mirip seperti memutar rambut atau menggigit kuku.
  • Rasa lelah. Setelah aktif bermain, anak cenderung mencari posisi santai, termasuk menumpuk kaki.

Pada umumnya, kebiasaan ini muncul dan hilang seiring waktu tanpa perlu penanganan khusus.

Posisi Duduk yang Perlu Lebih Diperhatikan

Meski kebanyakan kebiasaan menumpuk kaki tidak berbahaya, ada satu posisi yang cukup sering ditanyakan orang tua: duduk W (W-sitting). Ini adalah posisi anak duduk dengan lutut ke depan dan kedua kaki melebar ke samping membentuk huruf W, bukan menyilang.

Beberapa hal tentang posisi ini:

  • Posisi W memberi anak alas yang lebar sehingga terasa stabil, terutama saat bermain sambil menggunakan kedua tangan.
  • Sesekali duduk seperti ini umumnya tidak masalah.
  • Namun jika anak hampir selalu duduk dalam posisi W dan jarang bervariasi, sebaiknya diselingi dengan posisi duduk lain agar otot inti, panggul, dan kakinya berkembang seimbang.

Untuk mengalihkannya, Bunda cukup dengan lembut mengajak, "Yuk, duduk bersila," atau "Coba luruskan kakinya ke depan," tanpa memarahi. Anak biasanya menyesuaikan dengan sendirinya.

Kapan Bunda Perlu Waspada?

Kebiasaan menaruh kaki di atas kaki jarang menjadi tanda masalah. Namun ada baiknya lebih memperhatikan bila kebiasaan itu disertai hal-hal berikut:

  • Anak sering mengeluh kaki pegal, kaku, atau nyeri.
  • Anak tampak sulit atau enggan berdiri dan berjalan setelah duduk lama.
  • Ada perbedaan bentuk atau panjang antara kaki kanan dan kiri.
  • Anak sering terjatuh atau tampak kurang seimbang saat bergerak.
  • Ia terlihat selalu menghindari posisi duduk tertentu karena tidak nyaman.

Jika Bunda menemukan tanda-tanda di atas, ada baiknya berkonsultasi dengan dokter anak atau tenaga medis. Mereka bisa menilai postur, sendi, dan perkembangan otot si kecil secara menyeluruh. Ingat, tulisan ini bersifat edukasi umum dan bukan pengganti pemeriksaan langsung.

Cara Mendukung Postur Anak yang Sehat

Alih-alih terlalu fokus pada satu kebiasaan, lebih baik Bunda mendukung perkembangan postur anak secara menyeluruh:

  • Beri banyak kesempatan bergerak. Anak yang aktif merangkak, memanjat, berlari, dan melompat akan mengembangkan otot serta keseimbangan yang baik.
  • Variasikan posisi duduk. Ajak anak duduk bersila, menjulurkan kaki, atau duduk di kursi kecil yang kakinya bisa menapak.
  • Sediakan kursi dan meja sesuai ukuran. Saat kaki anak bisa menapak lantai atau pijakan, ia tak perlu menumpuk kaki untuk mencari tumpuan.
  • Jadi contoh yang baik. Karena anak meniru, tunjukkan cara duduk yang santai namun tetap sehat.

Untuk aktivitas di luar rumah, pastikan anak memakai alas kaki yang mendukung gerak alaminya. Sepatu dengan sol yang cukup fleksibel dan pas di kaki, seperti pilihan dari Syalu, membantu anak melangkah dengan nyaman sehingga ia lebih senang bergerak aktif.

Kesimpulan

Menaruh atau menyilangkan kaki saat duduk adalah kebiasaan yang umum dan biasanya tidak perlu dikhawatirkan. Anak melakukannya untuk kenyamanan, keseimbangan, atau sekadar meniru. Yang lebih penting adalah memastikan si kecil punya banyak kesempatan bergerak, bervariasi dalam posisi duduk, dan tidak menunjukkan keluhan nyeri atau gangguan gerak.

Jika Bunda ragu atau menemukan tanda yang tidak biasa, jangan ragu berkonsultasi dengan tenaga medis. Dengan begitu, Bunda bisa merasa lebih tenang sambil tetap mendukung tumbuh kembang kaki si kecil dengan cara yang menyenangkan.

#postur anak#kebiasaan duduk anak#tumbuh kembang#kaki anak#posisi duduk#parenting
Butuh sepatu atau sandal untuk si kecil?

Koleksi Syalu — ringan, aman & anti-selip untuk anak aktif.