← Semua artikelParenting

Anak Sering Melepas Sepatu Saat di Mobil atau Perjalanan?

Langkah bahagia si kecil bersama SyaluLangkah bahagia si kecil bersama Syalu🛍️ Belanja →

Kenapa Anak Suka Melepas Sepatu di Mobil?

Banyak bunda mengalami hal serupa: baru beberapa menit mobil berjalan, anak sudah menarik-narik sepatunya sampai lepas. Kadang disusul kaus kaki juga. Perilaku ini sangat umum dan hampir selalu bukan tanda masalah serius. Namun, memahami alasannya membantu kita menyikapinya dengan lebih tepat, bukan sekadar menegur berulang kali.

Saat duduk diam dalam waktu lama, kaki anak tidak lagi menanggung beban berjalan. Dalam posisi santai, sepatu yang tadinya terasa pas bisa mulai terasa membatasi. Anak pun mencari kenyamanan dengan cara yang paling instan: melepasnya.

Alasan yang Paling Sering Terjadi

Beberapa penyebab umum di balik kebiasaan ini:

  • Mencari rasa lega. Di dalam mobil, kaki tidak bergerak. Sepatu terasa seperti "kurungan" yang tidak lagi diperlukan, sehingga anak ingin membebaskan kakinya.
  • Suhu kaki meningkat. Mobil yang hangat ditambah kaki yang tertutup membuat telapak terasa panas dan lembap. Melepas sepatu memberi sensasi sejuk.
  • Kebutuhan sensorik. Sebagian anak sangat peka terhadap tekstur. Mereka menikmati sensasi kaki telanjang atau menyentuh permukaan jok dengan telapak.
  • Sepatu memang kurang pas. Jika jahitan menekan, bagian tumit menggesek, atau ukuran mulai sempit, posisi duduk justru membuat ketidaknyamanan lebih terasa.
  • Kebiasaan dan peniruan. Jika orang dewasa di rumah terbiasa langsung melepas alas kaki saat santai, anak menirunya.

Perlukah Bunda Khawatir?

Sebagian besar kasus tidak perlu dikhawatirkan. Melepas sepatu saat diam adalah bentuk anak mengenali dan mengatur kenyamanannya sendiri—sebuah keterampilan yang baik untuk tumbuh kembang.

Namun, ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan:

  • Anak selalu melepas sepatu bahkan dalam waktu singkat dan tampak sangat terganggu memakainya.
  • Muncul kemerahan, lecet, atau bekas tekanan di kaki setelah memakai sepatu.
  • Anak mengeluh gatal, perih, atau nyeri yang berulang.
  • Reaksi menolak sepatu disertai kepekaan ekstrem terhadap banyak tekstur lain (kaus kaki, label baju, pasir).

Bila tanda-tanda di atas menonjol dan mengganggu keseharian, tidak ada salahnya berkonsultasi dengan dokter anak. Ini bukan untuk menakut-nakuti, melainkan agar penyebabnya—entah soal kecocokan sepatu atau sensitivitas sensorik—bisa dipahami lebih jelas.

Tips Menyikapinya dengan Tenang

Melarang dengan keras biasanya kurang efektif. Berikut pendekatan yang lebih ramah:

1. Pastikan sepatunya memang nyaman

Coba cek saat anak duduk: masih ada ruang sekitar satu jari di ujung jari kaki, bahan bagian dalam halus, dan tumit tidak menekan. Sepatu anak yang ringan, lentur, dan berbahan bernapas membuat anak lebih betah memakainya lebih lama. Produk seperti Syalu misalnya dirancang mengutamakan kenyamanan harian anak.

2. Sepakati aturan sederhana

Alih-alih melarang total, buat kesepakatan yang mudah dimengerti: "Boleh lepas sepatu di mobil, tapi kita pakai lagi sebelum turun ya." Anak merasa dihargai, bunda tetap punya batasan.

3. Siapkan kaus kaki cadangan

Untuk perjalanan jauh, kaus kaki bersih cadangan memudahkan ketika kaki anak berkeringat. Kaki yang kering membuat sepatu terasa lebih nyaman saat dipakai kembali.

4. Beri jeda bergerak

Kaki yang lama diam cenderung lelah dan "gatal ingin bebas". Pada perjalanan panjang, sempatkan berhenti agar anak bisa berjalan dan meluruskan kaki. Ini juga baik untuk sirkulasi.

5. Latih melepas-memasang sendiri

Jika anak gemar melepas sepatu, manfaatkan untuk melatih kemandirian. Ajari ia memakainya kembali sendiri. Keterampilan ini berguna di sekolah dan membangun rasa percaya diri.

Kapan Kebiasaan Ini Biasanya Berkurang

Seiring usia, anak makin memahami situasi mana yang pantas melepas sepatu dan mana yang tidak. Anak yang lebih besar umumnya mulai bisa menahan diri karena mengerti kesopanan dan kepraktisan—misalnya repot memakai ulang saat buru-buru turun.

Yang terpenting, jadikan momen ini kesempatan mengenal anak lebih dekat. Apakah ia butuh kaki yang lebih sejuk? Apakah sepatunya memang kurang pas? Apakah ia sekadar meniru kebiasaan di rumah? Dari situ bunda bisa menyesuaikan respons.

Penutup

Anak yang melepas sepatu di mobil umumnya hanya sedang mencari kenyamanan, dan itu wajar. Dengan memastikan sepatunya pas, menyediakan kaus kaki cadangan, serta membuat kesepakatan sederhana, kebiasaan ini bisa dikelola tanpa drama. Perhatikan pula bila ada keluhan kaki yang berulang, dan jangan ragu berkonsultasi dengan tenaga medis bila dirasa perlu. Pada akhirnya, memahami alasan di balik perilaku anak jauh lebih efektif daripada sekadar melarangnya.

#kebiasaan anak#sepatu anak#perjalanan#kenyamanan kaki#parenting#sensori anak
Butuh sepatu atau sandal untuk si kecil?

Koleksi Syalu — ringan, aman & anti-selip untuk anak aktif.