Anak Sering Melepas Sepatu Saat Belajar di Kelas? Ini Sebabnya
Langkah bahagia si kecil bersama Syalu🛍️ Belanja →Kenapa Anak Suka Melepas Sepatu Saat Duduk di Kelas?
Banyak bunda mendapat laporan dari guru bahwa anak sering melepas sepatunya diam-diam saat duduk belajar. Kadang sepatu ditemukan tergeletak di kolong meja, atau anak duduk dengan kaki hanya berkaus kaki. Kebiasaan ini sangat umum, terutama pada anak usia TK sampai kelas awal SD.
Kabar baiknya, dalam kebanyakan kasus ini adalah hal yang wajar dan bukan tanda ada yang salah. Namun memahami penyebabnya bisa membantu bunda mengambil langkah yang tepat, terutama bila sepatu jadi sering hilang atau anak sulit fokus.
Penyebab yang Paling Sering
Berikut beberapa alasan yang paling umum di balik kebiasaan ini:
- Sepatu terasa kurang nyaman. Sepatu yang terlalu sempit, terlalu kaku, atau bahannya panas membuat kaki gerah. Saat duduk lama, ketidaknyamanan itu jadi lebih terasa dibanding saat aktif bergerak.
- Mencari kenyamanan saat konsentrasi. Sebagian anak melepas sepatu karena merasa lebih rileks. Kaki yang bebas membantu mereka merasa lebih tenang saat fokus mendengarkan atau menulis.
- Kebiasaan dari rumah. Anak yang terbiasa lepas alas kaki begitu masuk rumah akan otomatis melakukan hal serupa saat merasa "menetap" di satu tempat, termasuk di kelas.
- Kaki berkeringat. Kaki yang lembap dan panas membuat anak ingin "mengangin-anginkan" kaki dengan melepas sepatu.
- Stimulasi sensori. Beberapa anak menyukai sensasi menyentuh lantai atau menggosok kaki, dan melepas sepatu memberi rangsangan yang mereka cari.
- Sekadar iseng atau meniru teman. Di usia dini, satu anak melepas sepatu bisa menular ke teman sebangku dalam sekejap.
Kapan Perlu Sedikit Perhatian Lebih?
Sebagian besar kebiasaan ini akan berkurang sendiri seiring usia. Namun ada baiknya bunda lebih memperhatikan bila:
- Anak selalu mengeluh sepatunya sakit, sempit, atau membuat kaki merah dan lecet.
- Anak tampak sangat terganggu oleh tekstur kaus kaki atau jahitan di dalam sepatu.
- Melepas sepatu disertai kesulitan besar untuk duduk tenang atau fokus.
- Ada kemerahan, ruam, atau bau tidak biasa pada kaki.
Bila anak sangat sensitif terhadap tekstur dan hal ini mengganggu keseharian, tak ada salahnya berkonsultasi dengan dokter anak atau tenaga profesional untuk memastikan tidak ada hal yang perlu ditangani lebih lanjut.
Cara Membantu Anak dengan Lembut
Kuncinya adalah membuat sepatu terasa senyaman mungkin, bukan sekadar melarang anak melepasnya.
1. Pastikan ukuran dan bentuk sepatu tepat. Cek apakah masih ada ruang sekitar seukuran ujung ibu jari di depan jari kaki. Kaki anak tumbuh cepat, jadi ukuran perlu dicek berkala. Sepatu yang mulai sempit adalah alasan paling sering anak ingin melepasnya.
2. Pilih bahan yang bernapas. Sepatu dengan bahan yang bisa mengalirkan udara membantu mengurangi rasa gerah dan lembap. Kombinasikan dengan kaus kaki katun yang menyerap keringat.
3. Perhatikan bagian dalam sepatu. Jahitan yang kasar atau label yang menonjol bisa mengganggu kaki anak. Sepatu anak yang nyaman biasanya punya bagian dalam yang halus dan sol yang cukup fleksibel. Merek seperti Syalu juga memperhatikan hal ini agar kaki kecil terasa nyaman dipakai seharian.
4. Latih memakai sepatu sendiri. Anak yang bisa memakai dan melepas sepatunya sendiri cenderung lebih percaya diri. Model dengan perekat velcro memudahkan anak melepas dan memasang kembali tanpa bantuan, sehingga tak menumpuk sepatu di kolong meja.
5. Buat kesepakatan sederhana. Bicarakan dengan anak dan guru. Misalnya, sepatu boleh sedikit dilonggarkan saat duduk, tapi tetap dipakai. Aturan yang jelas dan konsisten lebih efektif daripada larangan yang membuat anak merasa dimarahi.
Kolaborasi dengan Guru
Guru adalah mitra bunda dalam hal ini. Sampaikan bahwa anak punya kebiasaan melepas sepatu, dan tanyakan apakah ada pola tertentu, misalnya di jam-jam tertentu atau saat kegiatan tertentu. Informasi ini membantu menemukan pemicunya.
Hindari memberi label "anak nakal" atau menghukum. Bagi anak, melepas sepatu jarang dilakukan untuk sengaja melanggar aturan; biasanya itu respons alami terhadap rasa tidak nyaman atau kebutuhan tubuhnya.
Kesimpulan
Anak yang sering melepas sepatu di kelas umumnya sedang mencari kenyamanan, bukan berbuat salah. Mulailah dengan memastikan sepatu benar-benar pas, bernapas, dan mudah dipakai sendiri. Dengan sepatu yang nyaman, kesepakatan yang jelas, serta kerja sama dengan guru, kebiasaan ini biasanya akan berkurang seiring waktu. Bila anak tampak sangat terganggu oleh tekstur atau ada keluhan pada kaki, konsultasikan dengan tenaga medis untuk memastikan langkah terbaik bagi si kecil.
Koleksi Syalu — ringan, aman & anti-selip untuk anak aktif.