← Semua artikelParenting

Anak Sering Jalan Menabrak Benda Padahal Bisa Melihat? Ini Faktanya

Langkah bahagia si kecil bersama SyaluLangkah bahagia si kecil bersama Syalu🛍️ Belanja →

Ketika Anak Sering "Menyeruduk" Benda di Sekitarnya

Banyak bunda merasa heran melihat anak yang berjalan menabrak meja, kusen pintu, atau tersandung kaki kursi—padahal penglihatannya baik-baik saja. Kadang benda yang ditabrak jelas ada di depan mata. Fenomena ini umum terjadi pada anak usia batita hingga usia dini, dan sebagian besar merupakan bagian normal dari proses belajar mengoordinasikan tubuh.

Berjalan tanpa menabrak sebenarnya keterampilan yang rumit. Anak harus memperkirakan jarak, mengukur lebar tubuhnya, mengatur kecepatan, dan merespons cepat—semua sekaligus. Kemampuan ini belum matang sepenuhnya pada anak kecil, jadi "benturan" adalah hal yang wajar terjadi selama masa latihan.

Mengapa Anak Menabrak Meski Bisa Melihat?

Beberapa penyebab yang paling sering ditemui antara lain:

  • Kesadaran ruang (spatial awareness) belum berkembang. Anak belum bisa memperkirakan seberapa lebar tubuhnya dan seberapa dekat suatu benda. Ia melihat meja, tetapi belum bisa menghitung bahwa lengannya akan menyenggol ujungnya.
  • Fokus terpecah. Anak kecil cenderung menatap satu titik yang menarik (mainan, layar, atau wajah bunda) sambil berjalan. Ia "lupa" memperhatikan jalur di depannya.
  • Kecepatan melebihi kendali. Anak yang antusias sering berlari lebih cepat daripada kemampuan tubuhnya berhenti atau berbelok.
  • Keseimbangan dan koordinasi masih matang. Sistem yang mengatur keseimbangan tubuh (vestibular) dan kesadaran posisi anggota tubuh (proprioseptif) masih terus berkembang hingga usia sekolah.
  • Lelah atau mengantuk. Saat capek, konsentrasi dan refleks menurun sehingga benturan lebih sering terjadi.

Dalam banyak kasus, menabrak sesekali adalah bagian normal dari tumbuh kembang, bukan tanda ada yang salah.

Kapan Perlu Lebih Waspada?

Meski umumnya wajar, ada beberapa kondisi yang sebaiknya membuat bunda lebih memperhatikan dan mempertimbangkan konsultasi ke dokter atau tenaga medis:

  • Anak sering menabrak hanya dari satu sisi (misalnya selalu sisi kiri), yang bisa berkaitan dengan lapang pandang.
  • Anak memicingkan mata, memiringkan kepala, atau mendekat sekali saat melihat sesuatu.
  • Frekuensi menabrak meningkat, bukan berkurang, seiring bertambah usia.
  • Disertai keterlambatan bicara, motorik, atau kesulitan mengikuti benda bergerak dengan mata.
  • Sering menabrak saat cahaya redup atau di lingkungan baru saja.

Pemeriksaan penglihatan dan tumbuh kembang secara berkala dapat membantu memastikan semuanya berjalan baik. Jangan ragu bertanya kepada dokter anak bila bunda merasa khawatir.

Cara Membantu Anak di Rumah

Kabar baiknya, koordinasi bisa dilatih melalui permainan sederhana yang menyenangkan:

  • Main lintasan rintangan. Susun bantal, kursi, atau kardus, lalu ajak anak melewatinya perlahan. Ini melatih ia memperkirakan jarak dan lebar tubuh.
  • Permainan "pelan-pelan". Ajak anak berjalan seperti siput, lalu seperti kelinci. Bermain mengatur kecepatan membantu ia belajar mengendalikan gerak.
  • Latih keseimbangan. Berjalan di garis lantai, jinjit sebentar, atau berdiri satu kaki sambil dipegangi bunda.
  • Ajak menyebut arah. "Awas ada meja di kanan" membantu anak menghubungkan mata, otak, dan gerak tubuh.
  • Beri waktu istirahat cukup. Anak yang cukup tidur lebih fokus dan jarang terbentur.

Lakukan dengan santai tanpa menekan. Latihan yang menyenangkan jauh lebih efektif daripada teguran berulang.

Menata Rumah Agar Lebih Aman

Sambil anak berlatih, lingkungan yang aman mengurangi risiko cedera:

  • Pasang pelindung sudut pada meja dan perabot bersudut tajam.
  • Beri pencahayaan cukup, terutama di lorong dan tangga.
  • Singkirkan benda kecil di lantai yang mudah membuat anak tersandung.
  • Amankan area bermain agar anak bebas bergerak tanpa halangan berbahaya.

Alas kaki juga berperan. Sepatu atau sandal yang pas dan tidak licin membantu anak melangkah lebih stabil, sedangkan alas kaki kebesaran justru membuatnya mudah tersandung. Memilih alas kaki dengan sol lentur dan ukuran tepat—seperti yang menjadi perhatian Syalu—dapat mendukung langkah anak yang sedang belajar bergerak dengan percaya diri.

Kesimpulan

Anak yang sering menabrak benda meski penglihatannya normal umumnya sedang dalam proses menyempurnakan kesadaran ruang, keseimbangan, dan koordinasinya. Ini bagian wajar dari tumbuh kembang yang biasanya membaik seiring usia dan latihan. Bunda cukup mendampingi dengan permainan sederhana, menata rumah agar aman, serta memberi istirahat cukup.

Namun bila menabrak terus meningkat, hanya terjadi di satu sisi, atau disertai tanda gangguan penglihatan, jangan ragu berkonsultasi ke dokter. Dengan dukungan yang tepat, anak akan belajar melangkah dengan lebih mantap dan percaya diri.

#tumbuh kembang anak#koordinasi anak#keseimbangan anak#motorik kasar#keamanan anak#parenting
Butuh sepatu atau sandal untuk si kecil?

Koleksi Syalu — ringan, aman & anti-selip untuk anak aktif.