← Semua artikelKesehatan Kaki

Anak Sering Berjalan Mengikuti Ujung Kaki (Toe Walking) di Usia Sekolah?

Langkah bahagia si kecil bersama SyaluLangkah bahagia si kecil bersama Syalu🛍️ Belanja →

Saat Anak Terus Berjalan dengan Ujung Kaki

Banyak bunda merasa heran ketika anak yang sudah berusia sekolah masih sering berjalan bertumpu pada ujung kaki, bukan dengan tumit menapak lebih dulu. Kebiasaan ini sering disebut toe walking. Pada balita yang baru belajar jalan, pola ini wajar dan biasanya hilang sendiri sebelum usia 2–3 tahun. Namun bila masih muncul saat anak sudah 5 tahun ke atas, wajar jika orang tua mulai bertanya-tanya.

Kabar baiknya, pada sebagian besar anak, toe walking bukanlah sesuatu yang berbahaya. Tetap penting bagi bunda untuk memahami kemungkinan penyebabnya agar bisa menyikapi dengan tepat dan tenang.

Mengapa Anak Berjalan dengan Ujung Kaki?

Ada beberapa alasan umum di balik kebiasaan ini:

  • Kebiasaan yang terbawa sejak kecil. Beberapa anak sekadar terbiasa berjalan seperti itu sejak belajar melangkah, tanpa ada masalah fisik.
  • Otot betis atau tendon Achilles yang lebih kencang. Bila otot belakang betis terasa kaku, anak cenderung lebih nyaman bertumpu pada ujung kaki.
  • Faktor sensorik. Sebagian anak merasa lebih nyaman menghindari telapak kaki menyentuh lantai secara penuh, misalnya karena lantai terasa dingin atau terlalu menggelitik baginya.
  • Kebiasaan meniru atau bermain. Anak kadang berjinjit saat meniru tokoh, menari, atau sekadar bergaya.
  • Kondisi tertentu pada perkembangan. Pada sebagian kecil kasus, toe walking bisa berkaitan dengan hal lain seperti perbedaan tonus otot atau pola perkembangan tertentu. Hal ini perlu dinilai langsung oleh tenaga medis, bukan ditebak sendiri.

Kapan Sebaiknya Mulai Diperhatikan?

Sebagian besar toe walking ringan tidak mengganggu aktivitas anak. Namun ada beberapa tanda yang sebaiknya membuat bunda lebih waspada dan mempertimbangkan konsultasi ke dokter anak atau fisioterapis:

  • Anak hampir selalu berjalan dengan ujung kaki dan jarang bisa menapak penuh.
  • Betis terasa sangat kaku atau anak kesulitan meluruskan pergelangan kaki.
  • Keseimbangan anak sering terganggu, mudah jatuh, atau tampak canggung.
  • Toe walking disertai keterlambatan bicara, kesulitan motorik, atau perubahan perkembangan lain.
  • Hanya satu kaki yang berjinjit, sementara kaki lainnya normal.

Bila salah satu tanda ini muncul, pemeriksaan langsung akan membantu memastikan penyebabnya dan menentukan apakah perlu penanganan khusus.

Hal yang Bisa Dilakukan di Rumah

Untuk toe walking ringan yang hanya kebiasaan, ada beberapa cara lembut yang bisa bunda coba tanpa memaksa anak:

  • Ajak bermain sambil melatih tumit. Misalnya berjalan seperti penguin dengan tumit menapak, atau permainan "jalan tumit dulu" sebagai lomba kecil.
  • Latihan peregangan ringan. Gerakan peregangan betis dan pergelangan kaki yang menyenangkan dapat membantu kelenturan. Lakukan tanpa menyakiti anak, dan sebaiknya ikuti panduan tenaga medis bila otot terasa kaku.
  • Perbanyak aktivitas fisik yang bervariasi. Berjalan di permukaan berbeda seperti rumput, pasir, atau jalur bertekstur membantu anak mengenal cara menapak yang beragam.
  • Beri contoh dengan tenang. Ingatkan anak untuk "menapak penuh" dengan nada ramah, bukan dengan teguran keras yang membuatnya tertekan.

Hindari memarahi atau terus-menerus mengoreksi, karena bisa membuat anak merasa cemas dengan cara berjalannya sendiri.

Peran Alas Kaki yang Tepat

Sepatu yang nyaman dapat mendukung anak untuk menapak lebih baik, meski bukan "obat" untuk toe walking. Beberapa hal yang membantu:

  • Pilih sepatu dengan sol yang cukup lentur sehingga kaki bisa menekuk alami saat melangkah.
  • Pastikan bagian tumit cukup menopang dan tidak terlalu longgar agar kaki tidak mudah tergelincir ke depan.
  • Beri ruang yang pas di bagian jari — tidak sempit, tapi juga tidak terlalu besar.
  • Hindari sepatu yang terlalu kaku atau terlalu berat bagi anak.

Alas kaki anak seperti koleksi dari Syalu yang ringan dan lentur dapat membuat anak lebih nyaman melangkah dengan telapak kaki penuh. Namun pilihan sepatu tetaplah pendukung, bukan pengganti pemeriksaan bila memang diperlukan.

Menyikapi dengan Tenang

Melihat anak berjalan dengan cara yang berbeda memang bisa memunculkan kekhawatiran. Tetapi ingat bahwa setiap anak berkembang dengan ritmenya sendiri. Toe walking ringan sering kali hilang seiring waktu, terutama bila anak aktif bergerak dan merasa nyaman dengan kakinya.

Amati polanya, catat apakah ia masih bisa menapak penuh saat diminta, dan perhatikan perkembangan lainnya. Bila ragu atau muncul tanda yang mengkhawatirkan, jangan ragu berkonsultasi ke dokter anak atau fisioterapis. Dengan pemahaman yang baik, bunda bisa mendampingi anak tumbuh dengan langkah yang semakin mantap dan percaya diri.

#toe walking#perkembangan kaki anak#cara berjalan anak#postur anak#sepatu anak#tumbuh kembang
Butuh sepatu atau sandal untuk si kecil?

Koleksi Syalu — ringan, aman & anti-selip untuk anak aktif.