Anak Sering Berjalan Sambil Menyentuh Dinding? Ini Faktanya
Langkah bahagia si kecil bersama Syalu🛍️ Belanja →Kenapa Anak Suka Menyusuri Dinding Saat Berjalan?
Mungkin Bunda pernah memperhatikan si kecil berjalan sambil meraba dinding, pagar, atau tepi meja dengan tangannya. Kebiasaan ini sering terlihat pada anak usia balita sampai prasekolah, dan bagi banyak orang tua terlihat lucu sekaligus membuat penasaran. Apakah ini normal? Apakah pertanda ada yang perlu diperhatikan?
Kabar baiknya, pada sebagian besar kasus, menyentuh dinding saat berjalan adalah bagian dari cara anak mengenal tubuh dan lingkungannya. Namun, memahami alasan di baliknya bisa membantu Bunda mendampingi tumbuh kembang si kecil dengan lebih tepat.
Berbagai Alasan di Balik Kebiasaan Ini
Setiap anak punya alasan berbeda. Beberapa yang paling umum antara lain:
- Mencari rasa aman. Dinding memberi "pegangan" yang membuat anak merasa lebih stabil dan percaya diri saat berjalan, terutama di ruangan baru atau saat lelah.
- Stimulasi sensorik. Banyak anak menikmati sensasi menyentuh permukaan yang berbeda-beda—halus, kasar, dingin, atau hangat. Menyusuri dinding memberi masukan sentuhan yang menyenangkan bagi mereka.
- Melatih keseimbangan. Anak yang sedang menyempurnakan kemampuan berjalan kadang menggunakan dinding sebagai penopang sementara sambil mengembangkan rasa keseimbangan.
- Kebiasaan atau permainan. Sebagian anak sekadar menikmati rutinitas menelusuri dinding sebagai bentuk eksplorasi atau permainan spontan.
Peran Sistem Sensorik Anak
Anak-anak belajar tentang dunia melalui indranya. Sentuhan adalah salah satu indra pertama yang berkembang. Bagi anak yang membutuhkan lebih banyak masukan sentuhan (kadang disebut tactile seeking), menyentuh permukaan di sekitarnya membantu mereka merasa lebih "terhubung" dengan ruang. Ini biasanya wajar dan berkurang seiring bertambahnya usia dan pengalaman.
Kapan Ini Biasanya Berkurang?
Seiring anak semakin mahir berjalan dan berlari—umumnya di usia 3–4 tahun—kebutuhan untuk berpegangan pada dinding cenderung menurun dengan sendirinya. Keseimbangan yang membaik, penglihatan yang matang, dan rasa percaya diri membuat anak berani bergerak tanpa "pegangan".
Jika kebiasaan ini muncul sesekali dan anak tetap aktif, ceria, serta berkembang sesuai usianya, biasanya tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
Hal yang Perlu Bunda Perhatikan
Meski umumnya normal, ada beberapa tanda yang sebaiknya diamati lebih lanjut. Sebaiknya konsultasikan ke dokter anak atau tenaga medis bila Bunda melihat:
- Anak sangat bergantung pada dinding dan tampak takut atau tidak stabil berjalan tanpa pegangan padahal sudah cukup besar.
- Sering menabrak benda, terlihat menyipitkan mata, atau kesulitan melihat objek—ini bisa berkaitan dengan penglihatan.
- Anak sering terjatuh, mudah kehilangan keseimbangan, atau gerakannya terlihat kaku dan tidak seimbang.
- Ada keterlambatan bicara, interaksi sosial, atau perkembangan lain yang menyertai.
Mengamati bukan berarti langsung khawatir. Catat kapan kebiasaan muncul, apakah di tempat tertentu, dan apakah anak tampak nyaman. Informasi ini sangat membantu saat berkonsultasi.
Cara Mendukung Si Kecil di Rumah
Bunda bisa membantu anak membangun keseimbangan dan rasa percaya diri melalui aktivitas sederhana:
- Bermain jalan di garis. Buat garis lurus dengan lakban di lantai dan ajak anak berjalan mengikutinya. Ini melatih keseimbangan sambil bermain.
- Aktivitas sensorik. Sediakan berbagai tekstur untuk disentuh—kain, spons, pasir kinetik—agar kebutuhan sentuhannya tersalurkan.
- Beri ruang bermain yang aman. Ruang yang lapang dan bebas bahaya membuat anak berani bergerak tanpa berpegangan.
- Ajak bermain keseimbangan. Berdiri satu kaki, melompat kecil, atau berjalan jinjit sambil bernyanyi bisa jadi latihan menyenangkan.
Peran Alas Kaki yang Tepat
Rasa percaya diri anak saat berjalan juga dipengaruhi kenyamanan kakinya. Sepatu atau sandal yang pas, ringan, dan memiliki alas tidak licin membantu anak merasa lebih stabil sehingga tidak selalu perlu mencari pegangan. Sepatu yang terlalu besar, keras, atau licin justru bisa membuat langkah anak ragu. Pilihlah alas kaki yang memberi ruang gerak jari dan menapak dengan mantap—hal kecil seperti ini kadang membuat perbedaan pada kenyamanan berjalan si kecil. Koleksi alas kaki anak seperti Syalu dirancang dengan mempertimbangkan kenyamanan langkah anak.
Kesimpulan
Kebiasaan anak menyentuh dinding saat berjalan pada umumnya adalah bagian normal dari eksplorasi sensorik dan proses membangun keseimbangan. Sebagian besar anak melewatinya secara alami seiring bertambahnya usia. Bunda cukup mendampingi dengan aktivitas yang mendukung keseimbangan, menyediakan lingkungan yang aman, dan memilih alas kaki yang nyaman. Jika muncul tanda-tanda yang mengkhawatirkan—terutama terkait penglihatan, keseimbangan, atau perkembangan lain—jangan ragu berkonsultasi dengan dokter anak untuk memastikan si kecil tumbuh dengan optimal.
Koleksi Syalu — ringan, aman & anti-selip untuk anak aktif.