← Semua artikelKesehatan Kaki

Anak Sering Mengeluh Sepatunya Bergesekan di Tumit Hingga Lecet?

Langkah bahagia si kecil bersama SyaluLangkah bahagia si kecil bersama Syalu🛍️ Belanja →

Kenapa Tumit Anak Bisa Lecet karena Sepatu?

Lecet di tumit adalah keluhan yang cukup sering dialami anak-anak, terutama saat memakai sepatu baru atau sepatu yang kurang pas. Luka ini muncul akibat gesekan berulang antara kulit tumit dengan bagian belakang sepatu (disebut heel counter). Ketika kulit bergesekan terus-menerus, lapisan atasnya bisa terkelupas, kemerahan, melepuh, hingga terasa perih.

Anak sering tidak langsung mengeluh. Mereka baru menyadari saat tumit sudah terasa panas atau nyeri. Karena itu, penting bagi bunda untuk mengenali tanda-tanda awalnya sebelum berkembang menjadi luka yang lebih dalam.

Penyebab Umum Tumit Anak Lecet

Ada beberapa faktor yang membuat tumit anak mudah tergesek sepatu:

  • Sepatu masih baru dan kaku. Bahan belakang sepatu yang belum lentur cenderung menekan dan menggesek kulit tumit.
  • Ukuran kurang pas. Sepatu yang terlalu longgar membuat tumit naik-turun saat melangkah, sehingga gesekan meningkat. Sepatu terlalu sempit juga menekan area tumit.
  • Tidak memakai kaus kaki. Kaus kaki berfungsi sebagai lapisan pelindung antara kulit dan sepatu. Tanpa kaus kaki, gesekan langsung mengenai kulit.
  • Kaki berkeringat. Kulit yang lembap lebih rapuh dan lebih mudah lecet karena gesekan.
  • Model sepatu dengan tepi belakang keras atau menonjol. Jahitan atau pinggiran yang kasar dapat melukai kulit tipis di tumit anak.

Tanda yang Perlu Diperhatikan

Perhatikan bila anak menunjukkan hal berikut:

  • Sering menggosok atau memegangi bagian belakang kakinya.
  • Terlihat kemerahan atau kulit mengelupas di area tumit.
  • Muncul lepuhan berisi cairan bening.
  • Anak mulai menolak memakai sepatu tertentu.
  • Cara jalan berubah atau terlihat pincang ringan untuk menghindari nyeri.

Bila sudah ada luka terbuka, bengkak, bernanah, atau anak demam, sebaiknya konsultasikan ke dokter agar tidak terjadi infeksi.

Cara Mengatasi Lecet yang Sudah Terjadi

Jika tumit anak sudah lecet, bunda bisa melakukan langkah sederhana ini:

  1. Bersihkan area luka dengan air bersih mengalir dan sabun lembut, lalu keringkan perlahan.
  2. Jangan memecahkan lepuhan yang masih utuh, karena kulit di atasnya melindungi dari kuman.
  3. Tutup dengan plester luka yang lembut untuk mengurangi gesekan lanjutan.
  4. Istirahatkan kaki dengan membiarkan anak memakai sandal terbuka di rumah sampai luka membaik.
  5. Pantau perkembangannya. Bila luka tidak kunjung membaik dalam beberapa hari, periksakan ke tenaga medis.

Mencegah Lecet di Tumit Anak

Pencegahan jauh lebih baik daripada mengobati. Beberapa tips yang bisa bunda terapkan:

1. Pilih Ukuran yang Tepat

Sisakan ruang sekitar 0,5–1 cm di ujung jari, tetapi pastikan tumit tetap terkunci rapi tanpa naik-turun saat melangkah. Ukur kaki anak secara berkala karena kaki anak tumbuh cepat, bahkan bisa berubah ukuran dalam beberapa bulan.

2. Perhatikan Bahan Bagian Belakang

Pilih sepatu dengan bagian belakang yang empuk dan tidak terlalu kaku. Bantalan di area tumit sangat membantu mengurangi gesekan. Sepatu anak dari bahan ringan dan lentur, seperti koleksi Syalu, umumnya lebih bersahabat untuk kulit tumit yang masih tipis.

3. Biasakan Memakai Kaus Kaki

Kaus kaki berbahan katun yang menyerap keringat membantu menjaga kulit tetap kering sekaligus mengurangi gesekan langsung. Pastikan kaus kaki tidak terlalu tipis dan tidak melorot.

4. 'Jinakkan' Sepatu Baru

Sebelum dipakai seharian, biarkan anak memakai sepatu baru di rumah selama beberapa saat agar bahannya melembut dan kaki menyesuaikan. Hindari langsung memakainya untuk aktivitas panjang seperti jalan-jalan jauh.

5. Jaga Kaki Tetap Kering

Seka kaki anak bila berkeringat berlebihan, dan pastikan sepatu benar-benar kering sebelum dipakai kembali. Kaki lembap lebih mudah lecet.

6. Periksa Jahitan dan Bagian Dalam Sepatu

Raba bagian dalam sepatu dengan tangan. Jika ada jahitan kasar, label menonjol, atau permukaan keras di area tumit, pertimbangkan untuk tidak memakainya atau melapisinya dengan bantalan tumit.

Kapan Perlu Khawatir?

Sebagian besar lecet ringan akan sembuh sendiri dengan perawatan sederhana. Namun, bila anak sering lecet berulang di tempat yang sama, bisa jadi ada masalah pada bentuk sepatu atau cara berjalan. Bila lecet disertai luka dalam, nanah, bengkak menyebar, atau demam, segera bawa ke dokter.

Dengan memilih sepatu yang pas, membiasakan kaus kaki, dan rutin memeriksa kondisi kaki anak, keluhan lecet di tumit bisa diminimalkan. Kaki yang nyaman membuat anak lebih leluasa bergerak, bermain, dan belajar tanpa terganggu rasa sakit.

#lecet tumit#sepatu anak#kaki anak#tips sepatu#perawatan kaki#kenyamanan anak
Butuh sepatu atau sandal untuk si kecil?

Koleksi Syalu — ringan, aman & anti-selip untuk anak aktif.