Anak Sering Menyeret Kaki agar Sepatu Berbunyi? Ini Sebabnya
Langkah bahagia si kecil bersama Syalu🛍️ Belanja →Kenapa Anak Suka Menyeret Kaki agar Sepatu Berbunyi?
Pernahkah Bunda memperhatikan si kecil sengaja menyeret, menghentakkan, atau mengetuk-ngetukkan kakinya ke lantai hanya untuk mendengar bunyi sepatunya? Kadang mereka melakukannya berulang-ulang sambil tersenyum senang. Bagi orang tua, kebiasaan ini bisa terasa mengganggu—apalagi kalau membuat sepatu cepat rusak atau menimbulkan suara berisik di tempat umum.
Kabar baiknya, perilaku ini umumnya normal dan merupakan bagian dari cara anak mengeksplorasi dunia. Yuk, kita pahami dulu apa yang sebenarnya terjadi.
Bunyi Itu Menyenangkan bagi Anak
Anak-anak, terutama di usia balita hingga usia sekolah awal, sangat tertarik pada sebab dan akibat. Ketika kaki mereka menyeret lantai lalu muncul bunyi "criiit" atau ketukan, otak kecil mereka mencatat: "Aku melakukan sesuatu, dan ada hasilnya!"
Pengalaman ini terasa memuaskan. Anak merasa punya kendali dan berperan menciptakan sesuatu. Inilah alasan banyak anak mengulang gerakan yang sama berkali-kali—bukan untuk menjengkelkan, tetapi karena mereka sedang belajar dan menikmati prosesnya.
Faktor sensorik
Beberapa anak juga sangat peka terhadap rangsangan pendengaran. Bunyi ritmis dari sepatu bisa memberikan sensasi yang menenangkan atau menyenangkan bagi mereka. Ini mirip dengan anak yang suka mengetuk meja atau bersenandung tanpa henti. Gerakan berulang dengan bunyi tertentu kerap menjadi cara anak mengatur diri sendiri (self-regulation), terutama saat sedang bosan, gelisah, atau justru senang.
Beberapa Penyebab Umum
Berikut beberapa alasan yang sering ada di balik kebiasaan ini:
- Rasa ingin tahu. Anak sedang bereksperimen: seberapa keras bunyi kalau diseret pelan? Bagaimana kalau dihentak keras?
- Mencari perhatian. Kalau setiap kali sepatunya berbunyi Bunda langsung menoleh, anak belajar bahwa cara ini efektif menarik perhatian.
- Bosan atau menunggu terlalu lama. Saat harus antre atau menunggu, menyeret kaki jadi "hiburan" gratis.
- Meniru teman. Kalau ada teman yang sepatunya berbunyi lucu, anak ingin ikut mencoba.
- Sepatu memang berbahan licin. Sol tertentu memang mudah berdecit di lantai keramik, sehingga bunyi muncul dengan sedikit gerakan saja.
Apakah Perlu Dikhawatirkan?
Dalam kebanyakan kasus, kebiasaan ini tidak berbahaya dan akan berkurang seiring bertambahnya usia dan minat baru anak. Namun, ada beberapa hal yang perlu Bunda perhatikan.
Menyeret kaki terus-menerus bisa membuat sol sepatu cepat tipis dan aus, terutama di bagian ujung atau tumit. Jika dibiarkan, permukaan sol yang menipis membuat sepatu jadi lebih licin dan berisiko membuat anak tergelincir.
Perhatikan juga apakah anak menyeret kaki karena kesulitan mengangkat kaki, bukan sekadar iseng. Jika si kecil tampak selalu menyeret kaki bahkan saat berjalan biasa, sering tersandung, atau terlihat lemah pada satu sisi tubuh, sebaiknya konsultasikan ke dokter anak untuk memastikan tidak ada masalah pada otot, keseimbangan, atau saraf.
Cara Bijak Menyikapinya
Daripada langsung memarahi, coba pendekatan yang lebih lembut dan membangun:
- Jangan beri reaksi berlebihan. Kalau anak melakukannya untuk mencari perhatian, reaksi heboh justru memperkuat kebiasaan. Tanggapi dengan tenang.
- Alihkan dengan kegiatan lain. Saat menunggu, ajak anak bermain tebak-tebakan, menghitung benda di sekitar, atau bercerita agar kakinya tidak "iseng".
- Beri aturan sederhana. Jelaskan dengan bahasa yang mudah: "Di dalam rumah ibadah kita jalan pelan ya, biar tidak mengganggu orang lain."
- Sediakan kesempatan bereksplorasi bunyi. Berikan mainan yang aman menghasilkan suara di waktu bermain, sehingga kebutuhan sensoriknya tersalurkan tanpa merusak sepatu.
- Beri contoh langsung. Anak belajar dari melihat. Tunjukkan cara berjalan yang rapi dan puji saat ia menirunya.
Pilih sepatu dengan sol yang tepat
Memilih sepatu dengan sol karet yang cukup lentur dan tidak terlalu licin dapat mengurangi bunyi berdecit sekaligus memberi cengkeraman yang lebih baik saat anak berjalan. Sepatu anak seperti koleksi Syalu biasanya dirancang dengan sol yang mendukung langkah anak agar lebih stabil. Pastikan juga ukuran sepatu pas—tidak terlalu longgar—karena sepatu kebesaran membuat kaki cenderung diseret agar sepatu tidak terlepas.
Kesimpulan
Menyeret kaki agar sepatu berbunyi adalah kebiasaan yang umum dan biasanya bagian normal dari rasa ingin tahu serta kebutuhan sensorik anak. Sikapi dengan sabar, alihkan perhatian saat perlu, dan pastikan sepatu yang dipakai berukuran pas dengan sol yang nyaman. Namun bila kebiasaan menyeret kaki disertai tanda kesulitan berjalan atau sering tersandung, jangan ragu berkonsultasi dengan tenaga medis untuk memastikan tumbuh kembang si kecil berjalan optimal. Dengan pemahaman yang tepat, Bunda bisa menemani anak melewati fase ini dengan lebih tenang.
Koleksi Syalu — ringan, aman & anti-selip untuk anak aktif.