← Semua artikelParenting

Anak Suka Menghentakkan Kaki Keras Saat Berjalan? Ini Sebabnya

Langkah bahagia si kecil bersama SyaluLangkah bahagia si kecil bersama Syalu🛍️ Belanja →

Kenapa Anak Suka Menghentakkan Kaki Keras Saat Berjalan?

Banyak bunda memperhatikan si kecil berjalan dengan langkah yang terdengar "gedebuk-gedebuk", seolah kakinya menghentak lantai dengan keras. Suaranya bisa terdengar dari ruangan sebelah, dan kadang membuat khawatir: apakah ini normal? Apakah ada yang salah dengan cara berjalannya?

Kabar baiknya, pada sebagian besar anak, kebiasaan menghentakkan kaki adalah hal yang wajar dan merupakan bagian dari proses belajar mengendalikan tubuh. Namun ada juga beberapa faktor yang perlu bunda pahami agar bisa membantu si kecil berjalan lebih nyaman.

Sebab-Sebab yang Umum

1. Belum Sempurna Mengatur Langkah

Anak usia batita hingga prasekolah masih menyempurnakan koordinasi antara otak, otot, dan keseimbangan. Berjalan halus dengan menapak dari tumit ke ujung kaki (heel-to-toe) adalah keterampilan yang butuh waktu untuk dikuasai. Sebelum itu, anak cenderung menapakkan seluruh telapak sekaligus, yang membuat langkahnya terdengar keras.

2. Senang dengan Sensasi dan Suaranya

Anak-anak sangat menyukai sebab-akibat. Ketika mereka menemukan bahwa menghentak lantai menghasilkan suara "gedebuk" yang seru, mereka akan mengulanginya karena merasa lucu dan menyenangkan. Ini adalah bentuk eksplorasi, bukan masalah.

3. Mencari Rangsangan Sensorik (Proprioseptif)

Sebagian anak membutuhkan input tekanan pada sendi dan otot untuk merasa "terhubung" dengan tubuhnya. Menghentakkan kaki memberikan rasa tekanan yang menenangkan bagi mereka. Anak yang aktif atau sedang penuh energi kadang menyalurkannya lewat langkah yang kuat.

4. Meluapkan Emosi

Menghentak kaki juga bisa menjadi cara anak mengekspresikan perasaan—entah gembira, bersemangat, atau justru kesal. Jika hentakan hanya muncul saat anak sedang marah atau merajuk, biasanya ini soal emosi, bukan cara berjalan.

5. Alas Kaki yang Kurang Pas

Sepatu yang terlalu berat, terlalu kaku, atau ukurannya kurang tepat bisa membuat anak menapak lebih keras karena ia kesulitan merasakan lantai dengan baik. Sol yang terlalu tebal juga bisa mengurangi kepekaan kaki terhadap permukaan.

Apakah Perlu Dikhawatirkan?

Sebagian besar kasus tidak perlu dicemaskan, apalagi jika anak tetap aktif, ceria, dan tumbuh sesuai usianya. Namun ada beberapa tanda yang sebaiknya membuat bunda lebih waspada dan mempertimbangkan konsultasi ke dokter anak atau fisioterapis:

  • Hentakan disertai jalan jinjit terus-menerus dan anak sulit menapak rata.
  • Anak tampak mudah lelah, sering jatuh, atau langkahnya terlihat tidak seimbang.
  • Salah satu kaki terlihat berbeda cara menapaknya dibanding kaki lain.
  • Anak mengeluh nyeri di kaki atau tungkai saat berjalan.
  • Kemampuan berjalan tampak mundur dari yang sebelumnya sudah bisa.

Jika muncul tanda-tanda ini, jangan menebak sendiri—tenaga medis dapat memeriksa lebih akurat dan memberi arahan yang tepat.

Cara Lembut Membantu Si Kecil

Ajak Bermain Langkah Pelan

Buat permainan sederhana seperti "berjalan seperti kucing yang mengendap-endap" atau "jalan pelan agar tidak membangunkan boneka yang tidur". Anak belajar mengontrol langkah tanpa merasa dimarahi.

Beri Ruang untuk Menyalurkan Energi

Jika anak menghentak karena butuh gerak dan rangsangan, sediakan aktivitas fisik yang cukup—melompat, memanjat, atau bermain di luar. Energi yang tersalurkan cenderung membuat langkah di dalam rumah lebih tenang.

Perhatikan Alas Kakinya

Pilih sepatu yang ringan, lentur, dan pas di kaki. Sol yang fleksibel membantu anak merasakan permukaan lantai sehingga langkahnya lebih terkontrol. Sepatu anak seperti koleksi Syalu yang ringan dan lentur bisa membantu si kecil menapak lebih nyaman saat masih belajar mengatur langkah.

Beri Kesempatan Jalan Tanpa Alas Kaki

Berjalan tanpa alas kaki di permukaan yang aman membantu anak melatih kepekaan telapak dan otot kaki. Ini bisa memperbaiki koordinasi dan kesadaran langkah secara alami.

Sabar dan Hindari Menegur Berlebihan

Menegur terus-menerus justru bisa membuat anak makin sering melakukannya, karena ia belajar bahwa perilaku itu menarik perhatian. Fokuslah memuji saat ia berjalan dengan tenang.

Kesimpulan

Menghentakkan kaki keras saat berjalan umumnya adalah bagian normal dari tumbuh kembang anak—entah karena koordinasi yang belum sempurna, kesenangan pada suaranya, atau kebutuhan sensorik. Seiring bertambahnya usia dan latihan, langkah si kecil biasanya akan menjadi lebih halus dengan sendirinya.

Yang penting, bunda tetap memperhatikan alas kaki yang nyaman, memberi ruang gerak yang cukup, dan mengamati apakah ada tanda yang perlu diperiksakan. Bila ragu atau muncul keluhan nyeri dan gangguan keseimbangan, konsultasi ke dokter anak atau fisioterapis adalah langkah yang bijak. Dengan pendekatan yang sabar dan penuh kasih, si kecil akan tumbuh melangkah dengan percaya diri.

#cara jalan anak#hentakan kaki#tumbuh kembang#postur anak#kebiasaan anak#alas kaki anak
Butuh sepatu atau sandal untuk si kecil?

Koleksi Syalu — ringan, aman & anti-selip untuk anak aktif.