← Semua artikelPanduan Ukuran

Anak Sering Mengeluh Sepatunya Longgar Padahal Baru Dibeli?

Langkah bahagia si kecil bersama SyaluLangkah bahagia si kecil bersama Syalu🛍️ Belanja →

Saat Sepatu Baru Malah Terasa Longgar

Banyak bunda yang bingung ketika anak baru saja mendapat sepatu baru, tetapi malah mengeluh, "Bun, sepatunya longgar, kakiku geser-geser." Padahal ukuran rasanya sudah dipilih dengan benar di toko. Keluhan ini sebenarnya cukup umum dan hampir selalu ada penjelasannya.

Sepatu yang terasa longgar bukan hanya soal angka ukuran. Bentuk kaki, cara mengikat, bahan, hingga kaus kaki yang dipakai semuanya ikut berpengaruh. Mari kita bahas satu per satu supaya bunda lebih tenang dan tahu langkah yang tepat.

Kenapa Sepatu Baru Bisa Terasa Longgar?

Berikut beberapa penyebab yang paling sering ditemui:

  • Ukuran dipilih terlalu besar. Orang tua kadang sengaja memilih ukuran lebih besar agar "awet dipakai lama". Niatnya baik, tapi selisih yang terlalu jauh membuat kaki tidak tertahan dengan baik.
  • Bentuk kaki anak ramping. Dua anak dengan panjang kaki sama belum tentu punya lebar kaki yang sama. Kaki yang tipis akan terasa longgar di sepatu dengan volume standar.
  • Pengukuran dilakukan di waktu yang kurang tepat. Kaki anak sedikit mengecil saat pagi dan membesar di sore hari. Jika dicoba pagi hari, bisa terasa longgar di waktu lain.
  • Tali atau perekat belum dikencangkan maksimal. Sepatu yang sebenarnya pas bisa terasa longgar hanya karena belum diikat dengan benar.
  • Kaus kaki terlalu tipis. Saat dicoba di toko mungkin memakai kaus kaki tebal, tetapi di rumah dipakai dengan kaus kaki tipis atau tanpa kaus kaki.

Longgar Sedikit Itu Normal, Ini Patokannya

Sepatu anak memang sebaiknya tidak terlalu mepet. Ruang gerak diperlukan agar jari kaki bisa menekuk saat berjalan dan untuk mengantisipasi pertumbuhan. Patokan yang umum dipakai:

  • Beri ruang sekitar satu lebar ibu jari dewasa (kurang lebih 1–1,5 cm) di depan jari kaki terpanjang.
  • Bagian tumit tidak boleh mudah terlepas saat anak melangkah. Jika tumit naik-turun berlebihan, berarti terlalu longgar.
  • Bagian atas kaki (punggung kaki) sebaiknya terasa menempel saat tali dikencangkan, tidak menggantung.

Jadi, longgar ringan di ujung jari itu wajar dan justru disarankan. Yang perlu diwaspadai adalah longgar di bagian tumit dan punggung kaki.

Cara Menguji Apakah Sepatu Benar-benar Longgar

Bunda bisa melakukan pengecekan sederhana di rumah:

  1. Tes tumit. Minta anak berdiri, lalu coba selipkan jari di belakang tumit. Jika jari masuk terlalu longgar dan tumit mudah terangkat, berarti ukuran kebesaran.
  2. Tes jempol. Tekan ujung sepatu, pastikan ada jarak sekitar satu ruas jari dari ujung jari anak.
  3. Tes berjalan. Perhatikan apakah anak harus menekuk jari kaki agar sepatu tidak lepas, atau apakah ia berjalan menyeret. Kedua hal ini tanda sepatu kurang pas.
  4. Tes goyang. Pegang tumit sepatu dan coba goyangkan ringan. Sepatu yang pas tidak akan bergeser jauh.

Solusi Praktis untuk Sepatu yang Longgar

Kalau ternyata longgar tapi tidak terlalu jauh, bunda tak perlu langsung menggantinya. Coba langkah-langkah ini:

  • Gunakan kaus kaki yang sedikit lebih tebal untuk mengisi ruang kosong.
  • Kencangkan tali atau perekat mulai dari bagian bawah hingga atas agar kaki tertahan merata.
  • Tambahkan insole (alas dalam) yang sesuai untuk mengurangi volume di dalam sepatu, terutama jika kaki anak ramping.
  • Pilih model dengan tali atau perekat yang bisa disetel, bukan model slip-on, untuk kaki yang cenderung tipis.

Saat akan membeli berikutnya, ajak anak mencoba langsung di sore hari dengan kaus kaki yang biasa dipakai sehari-hari. Beberapa merek lokal seperti Syalu juga biasanya mencantumkan panduan ukuran yang bisa membantu bunda memperkirakan sebelum membeli.

Kapan Perlu Perhatian Lebih?

Sebagian besar keluhan sepatu longgar hanya soal ukuran atau cara pemakaian. Namun, bunda sebaiknya lebih memperhatikan jika:

  • Anak sering tersandung atau jatuh meski sepatu sudah dikencangkan.
  • Satu kaki terasa jauh lebih longgar dari kaki lain (ukuran kaki tidak simetris).
  • Anak mengeluh nyeri atau terlihat berjalan dengan cara aneh meski sepatu sudah diganti.

Dalam kondisi seperti itu, berkonsultasi dengan dokter anak atau tenaga medis bisa membantu memastikan tidak ada hal yang terlewat terkait perkembangan kakinya.

Penutup

Sepatu baru yang terasa longgar hampir selalu bisa diatasi dengan memahami bentuk kaki anak, memilih ukuran yang tepat, dan mengikat sepatu dengan benar. Ingat, sedikit ruang di ujung jari itu normal, tetapi tumit harus tetap tertahan. Dengan sepatu yang pas, anak akan lebih nyaman bergerak, berlari, dan bermain sepanjang hari.

#sepatu longgar#ukuran sepatu anak#memilih sepatu anak#kaki anak#tips sepatu#kenyamanan anak
Butuh sepatu atau sandal untuk si kecil?

Koleksi Syalu — ringan, aman & anti-selip untuk anak aktif.