← Semua artikelKesehatan Kaki

Anak Sering Lecet di Tumit karena Sepatu Baru? Ini Solusinya

Langkah bahagia si kecil bersama SyaluLangkah bahagia si kecil bersama Syalu🛍️ Belanja →

Kenapa Sepatu Baru Sering Bikin Tumit Anak Lecet?

Banyak bunda mengalami hal ini: sepatu baru yang lucu dan pas dicoba di toko, ternyata membuat tumit si kecil lecet setelah dipakai beberapa jam. Anak jadi rewel, enggan berjalan, bahkan menolak memakai sepatu barunya lagi.

Lecet di tumit terjadi karena gesekan berulang antara kulit kaki dan bagian belakang sepatu. Pada sepatu baru, bahan di area tumit biasanya masih kaku dan belum "mengikuti" bentuk kaki anak. Kulit anak yang lebih tipis dan sensitif dibanding orang dewasa membuatnya lebih mudah teriritasi.

Beberapa hal yang memperparah gesekan ini antara lain:

  • Bagian belakang (heel counter) sepatu yang terlalu keras
  • Ukuran sepatu sedikit longgar sehingga tumit naik-turun saat melangkah
  • Anak tidak memakai kaus kaki atau kaus kakinya terlalu tipis
  • Kaki anak berkeringat, sehingga kulit lembap dan lebih mudah tergesek

Kenali Tanda Awal Sebelum Menjadi Luka

Lecet tidak muncul tiba-tiba. Biasanya ada tahap awal yang bisa Bunda kenali agar bisa dicegah sebelum jadi luka terbuka:

  • Kulit tumit tampak memerah setelah melepas sepatu
  • Anak sering memegang atau menggaruk area tumit
  • Muncul titik bening seperti gelembung kecil (lepuh)
  • Anak mulai berjalan pincang atau menghindari menapak penuh

Bila Bunda melihat tanda-tanda ini, sebaiknya istirahatkan pemakaian sepatu tersebut dulu sampai kulit pulih, dan cari tahu bagian mana yang menekan.

Cara Melunakkan Sepatu Baru Sebelum Dipakai Lama

Sepatu baru sebaiknya tidak langsung dipakai untuk aktivitas seharian. Coba beberapa langkah berikut agar kaki anak menyesuaikan diri secara bertahap:

  • Pakai bertahap. Biarkan anak memakainya di rumah 30–60 menit dulu selama beberapa hari sebelum dipakai keluar.
  • Gunakan kaus kaki yang pas. Kaus kaki dengan ketebalan cukup membantu mengurangi gesekan langsung di kulit.
  • Lenturkan bagian tumit. Tekuk dan pijat lembut area belakang sepatu dengan tangan agar bahannya lebih lentur.
  • Pastikan tali atau perekat cukup kencang. Sepatu yang terpasang pas membuat tumit tidak bergeser naik-turun saat melangkah.

Hindari trik ekstrem seperti memanaskan sepatu berlebihan atau memaksakan ukuran yang salah, karena justru bisa merusak sepatu dan tetap melukai kaki anak.

Pertolongan Pertama Saat Tumit Sudah Lecet

Jika lecet terlanjur terjadi, yang terpenting adalah menjaga area luka tetap bersih dan mengurangi gesekan lanjutan:

  • Bersihkan area lecet dengan air bersih dan keringkan lembut.
  • Tutup dengan plester khusus lecet atau plester berbahan lembut agar tidak tergesek lagi.
  • Istirahatkan kaki dari sepatu yang bermasalah. Biarkan anak memakai sandal terbuka yang tidak menekan tumit.
  • Perhatikan tanda infeksi seperti bengkak, bernanah, atau anak demam. Bila ini muncul, sebaiknya konsultasikan ke dokter atau tenaga medis.

Jangan memecahkan lepuh yang berisi cairan, karena kulit di atasnya justru melindungi luka dari kuman.

Memilih Sepatu yang Minim Risiko Lecet

Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Saat memilih sepatu berikutnya, perhatikan beberapa hal ini:

  • Bagian dalam tumit yang empuk. Sentuh area belakang sepatu; bila terasa keras dan kaku, potensi gesekannya lebih besar.
  • Ukuran yang tepat. Sisakan ruang sekitar satu ibu jari di ujung depan, tapi pastikan tumit tidak longgar. Sepatu terlalu besar justru bikin kaki naik-turun.
  • Bahan yang bernapas. Kaki yang tidak lembap lebih kecil kemungkinan lecet. Bahan seperti kanvas atau kulit lembut membantu sirkulasi udara.
  • Coba di sore hari. Kaki anak cenderung sedikit lebih besar di sore hari, sehingga ukuran yang pas saat itu lebih aman untuk pemakaian seharian.

Beberapa merek sepatu anak, termasuk Syalu, kini merancang bagian tumit dengan lapisan lebih lembut untuk mengurangi risiko lecet pada sepatu baru. Namun apa pun mereknya, tetap penting mengenalkan sepatu secara bertahap.

Kapan Perlu Khawatir?

Lecet ringan akibat sepatu baru umumnya wajar dan sembuh dalam beberapa hari. Namun Bunda sebaiknya lebih waspada bila:

  • Lecet muncul berulang di titik yang sama meski sepatu sudah lama dipakai
  • Anak selalu mengeluh sakit di area tertentu setiap memakai sepatu apa pun
  • Luka tidak kunjung membaik atau justru meluas

Kondisi seperti ini bisa berkaitan dengan bentuk kaki atau cara berjalan anak, sehingga ada baiknya diperiksakan ke dokter agar mendapat penanganan yang tepat.

Dengan sedikit kesabaran dan pemilihan sepatu yang cermat, momen pakai sepatu baru bisa jadi menyenangkan tanpa air mata. Selamat mencoba, Bunda!

#lecet tumit anak#sepatu baru anak#kaki anak nyaman#tips sepatu anak#mencegah lecet#perawatan kaki anak
Butuh sepatu atau sandal untuk si kecil?

Koleksi Syalu — ringan, aman & anti-selip untuk anak aktif.