← Semua artikelKesehatan Kaki

Anak Suka Berjalan dengan Ujung Kaki Menghadap Keluar? Ini Sebabnya

Langkah bahagia si kecil bersama SyaluLangkah bahagia si kecil bersama Syalu🛍️ Belanja →

Saat Kaki Anak Mengarah Keluar

Pernahkah Bunda memperhatikan cara berjalan si kecil, lalu menyadari ujung kakinya justru menghadap ke luar seperti bebek? Kondisi ini dikenal dengan istilah out-toeing, kebalikan dari in-toeing (kaki mengarah ke dalam). Banyak orang tua langsung cemas, mengira ada yang salah dengan tulang atau otot anak.

Kabar baiknya, pada sebagian besar anak, out-toeing adalah bagian normal dari proses tumbuh kembang dan akan membaik dengan sendirinya seiring bertambahnya usia. Namun tetap ada situasi tertentu yang sebaiknya diperiksakan. Mari kita bahas pelan-pelan.

Mengapa Kaki Anak Bisa Mengarah Keluar?

Ada beberapa penyebab umum yang perlu Bunda ketahui:

  • Posisi dalam kandungan. Bayi meringkuk dengan posisi tertentu selama berbulan-bulan. Setelah lahir, otot dan tulang butuh waktu untuk "menyesuaikan diri" ke posisi netral.
  • Rotasi tulang paha atau tulang kering. Pada usia bayi hingga balita, tulang paha dan tulang kering bisa sedikit terputar ke arah luar. Ini disebut rotasi femoral atau tibial, dan biasanya mengoreksi diri seiring pertumbuhan.
  • Fleksibilitas alami anak kecil. Sendi anak sangat lentur. Saat mulai berdiri dan belajar jalan, mereka kerap melebarkan kaki untuk mencari keseimbangan, sehingga kaki tampak mengarah keluar.
  • Kebiasaan duduk atau tidur tertentu. Posisi tidur tengkurap dengan kaki terbuka ke samping bisa memengaruhi kebiasaan berjalan sementara.

Pada anak yang baru belajar berjalan, tubuh masih "bereksperimen" mencari cara paling stabil. Kaki melebar ke luar sering kali hanya strategi keseimbangan yang wajar.

Kapan Ini Biasanya Muncul dan Membaik?

Out-toeing paling sering terlihat saat anak mulai berdiri dan berjalan, yaitu sekitar usia 1–3 tahun. Sebagian besar kasus membaik secara bertahap hingga usia 6–8 tahun tanpa perlu tindakan khusus.

Beberapa hal yang menandakan kondisi ini kemungkinan besar normal:

  • Kedua kaki mengarah keluar dengan derajat yang kurang lebih sama.
  • Anak tetap aktif, tidak mengeluh nyeri.
  • Anak bisa berlari, melompat, dan bermain seperti teman sebayanya.
  • Cara jalan perlahan membaik dari bulan ke bulan.

Tanda yang Perlu Diperhatikan

Meski umumnya tidak berbahaya, ada situasi yang sebaiknya dikonsultasikan ke dokter anak atau dokter tulang. Perhatikan bila:

  • Out-toeing hanya terjadi pada satu kaki saja (tidak simetris).
  • Anak sering mengeluh nyeri di kaki, lutut, atau pinggul.
  • Anak tampak pincang atau cara jalannya berubah drastis.
  • Kondisi justru memburuk seiring waktu, bukan membaik.
  • Anak sering terjatuh melebihi kewajaran atau kesulitan mengejar aktivitas fisik.
  • Ada keterlambatan perkembangan lain yang menyertai.

Bila Bunda menemukan salah satu tanda di atas, jangan ragu memeriksakannya. Pemeriksaan sederhana oleh tenaga medis bisa memastikan apakah perlu penanganan lebih lanjut atau cukup dipantau di rumah.

Yang Bisa Bunda Lakukan di Rumah

Untuk kasus yang normal, tidak ada "terapi" khusus yang perlu dipaksakan. Justru yang terpenting adalah memberi ruang bagi anak untuk bergerak bebas. Beberapa hal yang bisa membantu:

  • Biarkan anak banyak bergerak. Merangkak, berjalan di permukaan berbeda, dan bermain aktif membantu otot kaki menguat dan menyeimbangkan diri.
  • Sesekali beri kesempatan bertelanjang kaki di permukaan yang aman. Ini melatih otot kaki dan kepekaan tumpuan.
  • Perhatikan posisi duduk. Hindari kebiasaan duduk "W" (lutut menekuk, kaki melebar ke samping) dalam waktu lama, karena kurang ideal untuk postur.
  • Pilih alas kaki yang tepat. Sepatu anak sebaiknya ringan, solnya fleksibel, dan memberi ruang cukup untuk jari-jari bergerak. Sepatu yang terlalu kaku atau sempit malah membatasi gerak alami kaki. Beberapa merek yang berfokus pada kaki anak, seperti Syalu, merancang sepatunya agar mendukung langkah anak tanpa mengekang.

Perlu diingat, sepatu bukan alat untuk "meluruskan" cara jalan. Sepatu khusus atau penyangga hanya diberikan bila memang direkomendasikan oleh dokter setelah pemeriksaan.

Menyikapinya dengan Tenang

Melihat si kecil berjalan sedikit berbeda memang wajar membuat hati bunda deg-degan. Namun ingat, tubuh anak sedang dalam masa penyesuaian besar. Cara berjalan mereka akan terus berubah dan matang seiring waktu.

Alih-alih terlalu fokus memperbaiki, nikmati setiap langkah tumbuh kembangnya. Dokumentasikan perkembangan cara jalannya dari waktu ke waktu—ini juga memudahkan bila suatu saat perlu berkonsultasi. Bila ragu atau menemukan tanda yang tidak biasa, konsultasi ke dokter adalah langkah paling bijak. Dengan pemantauan yang tepat dan ruang untuk bergerak, sebagian besar anak akan menemukan langkah terbaiknya sendiri.

#out-toeing#cara jalan anak#tumbuh kembang#postur kaki anak#kaki anak#parenting
Butuh sepatu atau sandal untuk si kecil?

Koleksi Syalu — ringan, aman & anti-selip untuk anak aktif.