← Semua artikelKesehatan Kaki

Anak Sering Menekuk Kaki ke Belakang Saat Duduk (Duduk V)?

Langkah bahagia si kecil bersama SyaluLangkah bahagia si kecil bersama Syalu🛍️ Belanja →

Apa Itu Posisi Duduk V pada Anak?

Banyak bunda memperhatikan anaknya suka duduk di lantai dengan kedua kaki menekuk ke belakang, telapak kaki mengarah ke luar di sisi kanan dan kiri pinggul. Jika dilihat dari atas, bentuk kakinya menyerupai huruf V (kadang disebut juga reverse tailor sitting). Posisi ini mirip dengan duduk W, tetapi pada duduk V lutut lebih rapat sementara tumit dan telapak kaki melebar ke belakang.

Posisi ini sangat umum pada anak usia 2–6 tahun. Sebagian besar kasus tidak berbahaya dan hanya kebiasaan sementara. Namun, memahami alasannya membantu bunda tahu kapan perlu memberi arahan lembut.

Kenapa Anak Suka Duduk Seperti Ini?

Ada beberapa alasan wajar mengapa anak memilih duduk V:

  • Terasa stabil. Posisi ini memberi dasar tumpuan yang lebar sehingga anak merasa seimbang dan bebas bermain dengan kedua tangan.
  • Sendi anak masih sangat lentur. Panggul dan lutut anak kecil punya kelenturan alami yang lebih besar daripada orang dewasa, sehingga posisi yang bagi kita tampak tidak nyaman justru terasa santai bagi mereka.
  • Otot inti (core) belum kuat. Duduk tegak bersila membutuhkan kekuatan perut dan punggung. Bila otot inti masih lemah, anak mencari posisi yang tidak butuh banyak usaha menahan tubuh.
  • Kebiasaan meniru. Anak sering meniru cara duduk teman atau saudaranya.

Apakah Posisi Duduk V Berbahaya?

Sesekali duduk V tidak masalah. Yang perlu diperhatikan adalah bila anak hampir selalu duduk seperti ini dan menolak posisi lain. Kebiasaan yang terlalu sering berpotensi memengaruhi:

  • Perputaran tulang paha dan tungkai. Posisi ini menahan kaki dalam rotasi tertentu dalam waktu lama, yang secara teori dapat memengaruhi pola berjalan seperti jari kaki mengarah ke dalam.
  • Perkembangan otot inti. Karena anak jadi jarang melatih keseimbangan duduk tegak, otot penopang tubuhnya kurang terlatih.
  • Kelenturan pinggul yang tidak seimbang. Otot bagian dalam paha bisa menjadi lebih tegang.

Penting diingat, sebagian besar anak tumbuh normal meski sempat gemar duduk V. Perubahan struktur tulang biasanya membaik seiring pertumbuhan. Jadi bunda tidak perlu panik.

Kapan Perlu Lebih Perhatian?

Ada baiknya berkonsultasi dengan dokter anak atau fisioterapis anak bila bunda menemukan tanda-tanda berikut:

  • Anak hanya bisa duduk V dan kesulitan atau kesakitan saat mencoba duduk bersila atau kaki lurus ke depan.
  • Cara berjalan terlihat sangat menyimpang, sering jatuh, atau salah satu kaki jelas berbeda.
  • Ada keterlambatan gerak kasar lain seperti sulit berdiri, melompat, atau naik tangga sesuai usianya.
  • Anak mengeluh nyeri di lutut, pinggul, atau punggung.

Penilaian tenaga medis jauh lebih akurat daripada menebak sendiri, terutama bila ada kekhawatiran soal postur.

Cara Lembut Membantu Anak Duduk Lebih Sehat

Alih-alih terus menegur, bunda bisa mengarahkan dengan cara yang menyenangkan:

  • Tawarkan posisi alternatif. Ajak duduk bersila ("duduk seperti kupu-kupu"), kaki lurus ke depan, atau duduk menyamping. Buat jadi permainan tebak posisi.
  • Sediakan kursi kecil atau bangku. Saat menonton atau mewarnai, kursi rendah membantu anak duduk dengan panggul dan lutut menekuk 90 derajat.
  • Latih otot inti lewat bermain. Aktivitas seperti merangkak dalam terowongan, bermain bola sambil duduk tegak, atau menirukan gerakan hewan memperkuat otot penopang tubuh secara alami.
  • Jadi contoh. Anak belajar dari melihat. Duduklah bersila bersamanya saat bermain di lantai.
  • Beri jeda, bukan larangan keras. Bila anak sedang duduk V, cukup ajak bergerak atau ganti posisi setiap beberapa menit tanpa marah.

Peran Alas Kaki dan Ruang Gerak

Meski posisi duduk tidak berhubungan langsung dengan sepatu, mendukung tumbuh kembang kaki anak secara keseluruhan tetap penting. Berikan anak banyak kesempatan bermain tanpa alas kaki di permukaan aman agar otot kaki dan keseimbangannya terlatih. Saat beraktivitas di luar, pilih alas kaki yang lentur, ringan, dan sesuai ukuran sehingga gerak kaki tidak terhambat. Sepatu anak seperti koleksi Syalu yang fleksibel dapat membantu kaki bergerak lebih alami saat anak berlari dan bermain.

Kesimpulan

Duduk V adalah kebiasaan yang sangat umum dan biasanya tidak berbahaya pada anak kecil karena tubuhnya masih lentur dan otot intinya berkembang. Yang perlu bunda lakukan bukan melarang dengan keras, melainkan menawarkan variasi posisi duduk dan mendorong aktivitas fisik yang menguatkan tubuh. Bila anak tampak kesulitan duduk cara lain, mengeluh nyeri, atau ada tanda keterlambatan gerak, jangan ragu berkonsultasi dengan dokter anak atau fisioterapis. Dengan pendampingan yang sabar dan penuh kasih, kebiasaan ini umumnya akan membaik seiring anak tumbuh.

#posisi duduk anak#duduk V#postur anak#tumbuh kembang#kaki anak#kebiasaan duduk
Butuh sepatu atau sandal untuk si kecil?

Koleksi Syalu — ringan, aman & anti-selip untuk anak aktif.