← Semua artikelKesehatan Kaki

Anak Sering Berjalan dengan Ujung Kaki (Toe Walking)? Ini Faktanya

Langkah bahagia si kecil bersama SyaluLangkah bahagia si kecil bersama Syalu🛍️ Belanja →

Apa Itu Toe Walking?

Toe walking adalah kebiasaan anak berjalan dengan bertumpu pada ujung kaki atau bola kaki, sementara tumit jarang atau tidak menyentuh lantai. Banyak bunda yang khawatir saat melihat si kecil berjalan seperti "berjinjit" terus-menerus. Kabar baiknya, pada banyak kasus, kebiasaan ini adalah bagian normal dari proses belajar berjalan.

Saat anak baru mulai melangkah di usia sekitar 12–18 bulan, mereka sedang bereksperimen dengan keseimbangan dan cara menggerakkan tubuh. Berjalan dengan ujung kaki adalah salah satu "gaya" yang sering muncul. Sebagian besar anak akan beralih ke pola berjalan tumit-ke-jari (heel-to-toe) yang matang seiring waktu.

Kapan Toe Walking Masih Wajar?

Toe walking pada anak balita umumnya dianggap wajar bila:

  • Muncul saat anak masih dalam tahap awal belajar berjalan.
  • Anak bisa berjalan dengan telapak penuh saat diminta atau saat diingatkan.
  • Tidak disertai kekakuan otot kaki yang berlebihan.
  • Tumbuh kembang lain (bicara, motorik halus, interaksi sosial) berjalan sesuai usia.
  • Kadang berjinjit, kadang tidak — jadi tidak konsisten setiap langkah.

Banyak anak berjinjit karena senang, bersemangat, atau sekadar meniru. Ada juga yang melakukannya untuk merasakan sensasi baru pada telapak kaki. Selama sifatnya sesekali dan hilang dengan sendirinya, biasanya tidak perlu dikhawatirkan.

Penyebab yang Mungkin Terjadi

Ada beberapa hal yang bisa melatarbelakangi kebiasaan berjalan ujung kaki:

1. Kebiasaan (Idiopathic Toe Walking)

Ini yang paling umum. Anak berjalan berjinjit tanpa sebab medis yang jelas, sering karena sudah terbiasa sejak awal belajar jalan. Biasanya tidak berbahaya, namun jika dibiarkan terlalu lama, otot betis dan tendon achilles bisa menegang.

2. Otot Betis atau Tendon yang Kencang

Sebagian anak memiliki tendon achilles yang lebih pendek atau kencang sehingga sulit menurunkan tumit sepenuhnya ke lantai. Ini bisa membuat pola berjinjit menetap.

3. Sensitivitas Sensorik

Anak dengan kepekaan sensorik tertentu kadang menghindari kontak penuh telapak kaki dengan lantai (misalnya karena tekstur dingin atau kasar) sehingga lebih nyaman berjinjit.

4. Faktor Perkembangan Lain

Pada sebagian kecil kasus, toe walking yang konsisten bisa berkaitan dengan kondisi perkembangan atau otot tertentu. Ini bukan untuk menakut-nakuti, melainkan alasan mengapa penting mengamati pola menyeluruh, bukan hanya cara berjalan.

Tanda yang Perlu Diperhatikan

Sebaiknya bunda berkonsultasi dengan dokter anak atau fisioterapis bila menemui hal berikut:

  • Anak selalu berjalan berjinjit dan tidak bisa menapak penuh meski diminta.
  • Berjinjit menetap setelah usia 2–3 tahun.
  • Anak tampak kaku, sering kehilangan keseimbangan, atau mudah jatuh.
  • Ada keterlambatan pada aspek tumbuh kembang lain.
  • Hanya satu kaki yang berjinjit (asimetris).
  • Anak mengeluh nyeri di betis atau kaki.

Penilaian dari tenaga medis akan membantu memastikan penyebab dan langkah yang tepat. Jangan mendiagnosis sendiri, ya, Bun.

Cara Membantu di Rumah

Sambil mengamati, ada beberapa hal lembut yang bisa bunda lakukan:

  • Ingatkan dengan santai. Ajak anak "berjalan seperti gajah" dengan menapak penuh, buat jadi permainan.
  • Latih keseimbangan. Bermain jongkok-berdiri, berjalan di garis, atau menaiki tangga membantu menguatkan otot kaki secara menyeluruh.
  • Peregangan ringan. Untuk anak yang lebih besar, gerakan meregangkan betis (dengan bimbingan tenaga medis) dapat membantu bila tendon terasa kencang.
  • Biarkan bereksplorasi tanpa alas kaki di permukaan aman agar telapak kaki terbiasa menapak penuh dan menerima berbagai sensasi.
  • Pilih alas kaki yang mendukung. Sepatu dengan sol lentur di bagian depan dan bantalan tumit yang pas membantu anak menapak lebih nyaman. Salah satu prinsip yang Syalu terapkan adalah menjaga kelenturan sol agar kaki mungil bergerak alami.

Kesimpulan untuk Bunda

Berjalan dengan ujung kaki adalah pemandangan yang sangat umum pada balita dan sering kali hilang seiring anak tumbuh. Kuncinya adalah mengamati polanya: apakah sesekali atau terus-menerus, apakah anak bisa menapak penuh saat diminta, dan apakah tumbuh kembang lain berjalan baik.

Selama anak aktif, ceria, dan berkembang normal, bunda tak perlu terlalu cemas. Namun bila berjinjit menetap setelah usia 2–3 tahun, terasa kaku, atau disertai keluhan lain, jangan ragu berkonsultasi ke dokter anak atau fisioterapis. Deteksi dini selalu lebih baik, dan langkah kecil si kecil hari ini adalah pondasi mereka melangkah lebih mantap ke depannya.

#toe walking#jalan ujung kaki#tumbuh kembang anak#kesehatan kaki anak#postur anak#kaki anak
Butuh sepatu atau sandal untuk si kecil?

Koleksi Syalu — ringan, aman & anti-selip untuk anak aktif.