← Semua artikelKesehatan Kaki

Anak Sering Berjalan Menjinjit Hanya di Satu Kaki? Ini Faktanya

Langkah bahagia si kecil bersama SyaluLangkah bahagia si kecil bersama Syalu🛍️ Belanja →

Ketika Menjinjit Hanya Terjadi di Satu Sisi

Banyak bunda sudah familiar dengan anak yang berjalan menjinjit di kedua kaki, terutama di usia balita. Namun ketika menjinjit hanya terjadi pada satu kaki saja — misalnya kaki kanan selalu terangkat sedikit sementara kaki kiri menapak normal — hal ini sering membuat orang tua bertanya-tanya.

Menjinjit satu sisi memang punya karakter yang sedikit berbeda dengan menjinjit dua sisi. Menjinjit dua sisi sering kali merupakan kebiasaan atau tahap perkembangan yang umum. Sementara menjinjit yang jelas-jelas asimetris (hanya satu kaki) lebih perlu diperhatikan, karena tubuh yang sehat cenderung bergerak seimbang di kedua sisi.

Bukan berarti langsung panik, ya. Mari kita pahami dulu berbagai kemungkinannya.

Penyebab yang Umum dan Biasanya Ringan

Beberapa hal berikut cukup sering menjadi penyebab dan tidak selalu serius:

  • Kebiasaan sementara. Anak kadang mencoba pola jalan baru untuk bereksplorasi, meniru, atau sekadar iseng, lalu berhenti sendiri.
  • Rasa tidak nyaman di satu kaki. Duri kecil, luka lecet, kuku yang tertekan, atau sepatu yang mengganjal di satu sisi bisa membuat anak refleks mengangkat tumit agar tidak menekan bagian yang sakit.
  • Sepatu yang tidak pas sebelah. Ukuran kaki kiri dan kanan yang sedikit berbeda, atau salah satu sepatu lebih sempit, bisa memicu anak menjinjit di kaki yang kurang nyaman.
  • Kelelahan otot betis satu sisi setelah aktivitas tertentu.

Untuk penyebab-penyebab ini, biasanya menjinjit hilang setelah pemicunya diatasi — misalnya sepatu diganti atau luka sembuh.

Kapan Menjinjit Satu Kaki Perlu Lebih Diperhatikan

Menjinjit yang konsisten hanya di satu sisi dan berlangsung terus-menerus lebih layak dievaluasi. Beberapa hal yang perlu diamati:

  • Apakah anak terlihat tidak mampu menurunkan tumit kaki tersebut, bukan sekadar tidak mau?
  • Apakah ada perbedaan kekuatan antara kaki kiri dan kanan (misalnya satu kaki tampak lebih lemah saat menendang atau menaiki tangga)?
  • Apakah ada perbedaan ukuran betis atau panjang tungkai yang terlihat jelas?
  • Apakah menjinjit disertai keterlambatan bicara, perkembangan, atau perilaku lain yang bunda cemaskan?

Menjinjit asimetris kadang berkaitan dengan perbedaan tonus otot antar sisi tubuh. Karena itu, bila polanya menetap dan hanya satu sisi, sebaiknya jangan hanya menunggu. Ini adalah tanda yang wajar untuk dikonsultasikan ke dokter anak atau fisioterapis anak, tanpa perlu langsung membayangkan hal terburuk.

Yang Bisa Bunda Amati di Rumah

Sebelum berkonsultasi, catatan sederhana dari rumah sangat membantu tenaga medis:

  • Rekam video anak berjalan tanpa alas kaki dari samping dan dari belakang. Video sering lebih jelas daripada penjelasan lisan.
  • Perhatikan kapan menjinjit muncul — apakah saat buru-buru, saat gembira, saat lelah, atau sepanjang waktu.
  • Cek kondisi telapak dan sela jari kaki yang menjinjit: adakah lecet, kapalan, duri, atau kemerahan.
  • Bandingkan cara anak jongkok dan berdiri — apakah kedua tumit sama-sama bisa menapak rata di lantai.

Peran Alas Kaki dan Latihan Sederhana

Sambil mencari tahu penyebabnya, alas kaki yang tepat membantu anak merasa nyaman menapak penuh. Pilih sepatu yang:

  • Memberi ruang cukup di ujung jari (kira-kira selebar ibu jari orang dewasa).
  • Memiliki sol lentur di bagian depan agar kaki bisa menekuk alami saat melangkah.
  • Tumit yang stabil namun tidak keras menekan.
  • Pas di kedua kaki — bila ukuran kiri-kanan berbeda, prioritaskan kenyamanan kaki yang lebih besar.

Brand seperti Syalu merancang sepatu anak dengan sol lentur agar langkah si kecil terasa lebih ringan dan alami. Selain itu, ajak anak bermain sambil melatih tumit menapak, misalnya berjalan seperti bebek dengan tumit menempel lantai, atau berjinjit lalu turun bergantian sebagai permainan — bukan latihan yang memaksa.

Kesimpulan

Berjalan menjinjit hanya di satu kaki bisa disebabkan hal ringan seperti sepatu yang kurang pas atau rasa tidak nyaman sementara. Namun bila polanya menetap, hanya satu sisi, dan disertai perbedaan kekuatan atau ukuran kaki, ini adalah alasan yang wajar untuk memeriksakan si kecil ke tenaga medis. Pengamatan yang teliti di rumah, alas kaki yang nyaman, dan konsultasi tepat waktu adalah kombinasi terbaik untuk membantu langkah si kecil tumbuh sehat dan seimbang.

#jalan menjinjit#perkembangan kaki anak#postur anak#toe walking#kesehatan kaki#parenting
Butuh sepatu atau sandal untuk si kecil?

Koleksi Syalu — ringan, aman & anti-selip untuk anak aktif.